Kompas.com - 23/04/2014, 22:03 WIB
|
EditorFarid Assifa
SEMARANG, KOMPAS.com – Aparat Ditreskrimsus Polda Jateng menggagalkan upaya penyelundupan 353.000 bungkus rokok filter tanpa cukai siap. Rokok ilegal tersebut sedianya akan dijual ke luar Jawa, yakni Batam dan Riau.

Upaya penggagalan terlaksana berkat laporan dari masyarakat yang tahu ada aktivitas truk pengangkut rokok di Dusun Gedangan, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang pada Sabtu (12/4/2014).

Mendapat laporan ini, tim Ditreskrimsus melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada minggu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, petugas menghentikan sebuah truk bernomor polisi BE 9843 GM depan SPBU Sukun di Jalan Perintis Kemerdekaan, Semarang.

Setelah menggeledah, petugas menemukan muatan ratusan ribu bungkus rokok tanpa cukai. Merasa tidak puas, tim kembali melanjutkan penyelidikan. Berbekal penangkapan pertama, tim kemudian menemukan dan menghentikan sebuat truk bernomor polisi AG 9223 UV di tol Banyumanik Semarang.

“Rokok-rokok ini tidak dilengkapi dengan pita cukai. Rokok ini dilekati pita cukai, tetapi tidak sesuai dengan yang diwajibkan,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo saat gelar perkara di Semarang, Rabu (23/4/2014).

Berdasarkan penggeledahan tim, dua truk itu bermuatan ratusan ribu rokok ilegal. Rinciannya, sebanyak 24.800 bungkus rokok berjenis merek RD Sensation, 22.400 bungkus rokok merek Genius Mild Filter, 84.000 merek Genius Kretek Filter, 26.400 merek RD Filter Kretek, 39.200 merek Laster Kretek, 77.600 cap Laster Campuran, dan 79.200 bungkus cap Laster Kretek.

Polisi menduga aktivitas ilegal ini sampai menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah. "Kerugiannya mencapai Rp 1,4 miliar,” sambungnya.

Berdasarkan hasil pengembangan, rokok yang disita ini diproduksi oleh PT Sukses Jaya Abadi Sejahtera (SJAS) yang beroperasi di KecamatanTingkir, Kabupaten Semarang, dan CV Sukses Jaya Utama (SJU) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Pemilik dua perusahaan itu oleh polisi langsung ditetapkan sebagai tersangka.

"Berdasarkan penyelidikan, pemilik CV SJU dan BE selaku komisaris PT SJAS kami tetapkan sebagai tersangka,” timpal Djoko.

Polisi bakal menjerat keduanya dengan Pasal 54 UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan ancaman pidana maksimal lima tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X