Kompas.com - 04/04/2014, 08:45 WIB
Kepala Polrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi  KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAKepala Polrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Sekretaris III MUI Kota Bandung Budi Saefudin mengatakan, pengakuan sebagai nabi yang dikatakan Cecep Solihin (47) kepada tak kurang dari 60 orang pengikutnya murni berdasarkan tafsiran sendiri.

Menurut Budi, Cecep tidak memiliki guru ataupun pengajar lain. "Tadi ada kata-kata belajar di persatuan ini dan itu tidak benar, dia hanya simpatisan. Sekarang clear. Ini mutlak pemahaman pribadi tanpa guru dan belajar. Dia mengartikan bahwa rasul itu penyampai. Jadi, dia juga merasa rasul," kata Budi di Bandung, Kamis (3/4/2014) kemarin.

Budi menambahkan, Cecep telah mengakui kesalahannya dan bertobat untuk kembali ke ajaran Islam yang sesuai. Kelompoknya pun telah dibubarkan.

"Dia sudah membaca kalimat syahadat dan tanda tangan. Clear, yang tadinya aliran sesat, sekarang sudah tobat, dan sudah Islam lagi. Dia sudah tidak mengaku lagi sebagai nabi. Aliran ini dianggap beres. Beruntung polisi cepat menanganinya. Kalau tidak diatasi, bisa berkembang dan pemahaman sesat ini akan memecah belah Islam. Itu cuma karena kekhilafan dan kebodohannya," ungkap Budi.

Soal pernyataan Cecep yang meramalkan bakal terjadi kiamat pada tanggal 5 Mei 2014 mendatang, Budi mengatakan Cecep menafsirkan hal tersebut dari internet.

"Soal kiamat itu dia belajar di internet, hingga keluarganya dikumpulkan dan memberi tahu jika kiamat sebentar lagi. Itu pemahaman kebodohannya saja. Dia sudah menyatakan khilaf, " kata Budi.

Sementara itu, Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi menegaskan, apabila kelak Cecep mengulangi perbuatannya, Cecep tidak bisa lari dari perjanjiannya yang sudah ditandatanganinya di hadapan belasan saksi ahli.

Artinya, Cecep bisa dipidanakan dengan pasal penistaan agama. "Alhamdulillah bisa selesai. Kalau nanti dia mengulangi, kan tadi sudah ada perjanjiannya, dia harus siap dipidanakan," ujar Mashudi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.