Aniaya Petani, 6 Anggota TNI Jadi Tersangka

Kompas.com - 03/04/2014, 10:11 WIB
Ilustrasi penganiayaan Kompas.com/ERICSSENIlustrasi penganiayaan
EditorGlori K. Wadrianto
JAMBI, KOMPAS.com - Detasemen Polisi Militer Jambi menetapkan enam anggota TNI sebagai tersangka penganiayaan seorang petani di kebun sawit konsesi PT Asiatic Persada/Agro Mandiri Semesta, Desa Bungku, Bajubang, Batanghari, Jambi. Kasus pada 5 Maret lalu itu berujung pada konflik yang menyebabkan satu warga tewas dan enam luka.

Komandan Detasemen Polisi Militer Jambi Letkol Sihol Tambunan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 18 anggota TNI, termasuk meminta kesaksian keluarga korban pemukulan oleh aparat TNI.

”Dari semua anggota yang diperiksa untuk kasus ini, kami akhirnya menetapkan enam orang sebagai tersangka,” kata Sihol, Rabu (2/4/2014) kemarin.

Keenam prajurit itu merupakan anggota Komando Distrik Militer Batanghari 0415. Berkas penyidikan para tersangka siap dilimpahkan ke pengadilan militer. Selanjutnya, mereka akan menjalani persidangan.

Menurut Sihol, para tersangka terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap petani bernama Titus di Desa Bungku pada 5 Maret. Kekerasan itu berawal dari penjemputan Titus di rumahnya secara paksa oleh para oknum TNI. Penjemputan itu tanpa surat atau prosedur yang benar.

Pengakuan Titus, para tersangka membawa dia ke suatu tempat di kebun sawit PT AP/AMS. Mereka kemudian mengeroyoknya. Bahkan, ada oknum TNI yang menohok mulutnya menggunakan ujung senapan.

Setelah itu, mereka membawa Titus ke posko sekuriti pabrik PT AP/AMS. Di sana, Titus dipaksa membuka baju dan tengkurap. ”Punggung saya kemudian dipukuli oleh para oknum dengan rotan di sebuah ruangan,” ujar Titus.

Tak jauh dari sana, warga yang mengetahui penangkapan Titus berdatangan ke lapangan di depan pabrik PT AP/AMS. Mereka mempertanyakan alasan penangkapan itu. Mereka juga menuntut petugas keamanan dan aparat untuk membebaskan Titus. Namun, warga yang datang malah ikut dianiaya di lapangan.

Dalam peristiwa itu, seorang warga bernama Puji tewas setelah dilarikan ke rumah sakit di Jambi. Enam warga lain juga terluka, yaitu Khori, Kuris, Adi, Mael, Ucil, dan Dadang.

Terkait penganiayaan di lapangan pabrik, penyidik Kepolisian Daerah Jambi telah menetapkan lima petugas keamanan pabrik PT AP/AMS sebagai tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Almansyah mengatakan, kelima petugas tersebut berinisial DP, YY, AR, TD, dan AS. Mereka dikenai ancaman hukuman penjara 12 tahun atas pelanggaran Pasal 170 Ayat (2) KUHP terkait penganiayaan yang menyebabkan luka berat sampai menimbulkan kematian. (ITA)



Sumber KOMPAS
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

Regional
Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Regional
Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

Regional
Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik 'Ayah Bunda' di Pengungsian Dipertanyakan

Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik "Ayah Bunda" di Pengungsian Dipertanyakan

Regional
4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

Regional
Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Regional
Film Jamal, Kisah Tentang 'Janda Malaysia' di Lombok

Film Jamal, Kisah Tentang "Janda Malaysia" di Lombok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X