Jelang Pengoperasian Jalur Ganda, Stasiun Kecil Tetap Berfungsi

Kompas.com - 28/03/2014, 15:00 WIB
Kepala PT KAI Daop IV Semarang, Wawan Ariyanto Kompas.com/Nazar NurdinKepala PT KAI Daop IV Semarang, Wawan Ariyanto
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com – Pengelola PT Kereta Api Wilayah Operasi IV Semarang menyatakan masih tetap menggunakan stasiun-stasiun kecil pasca-pengoperasian jalur ganda atau double track Tegal-Bojonegoro. Ada sekitar 48 stasiun kecil di wilayah DAOP 4.

“Memang, kereta komersil tidak akan berhenti ketika jalur ganda dipakai. Keretanya akan berhenti di tempat stasiun komersil saja,” ujar Kepala DAOP IV Semarang, Wawan Ariyanto di Semarang, Jumat (28/3/2014).

Jumlah stasiun komersil di tiap kota hanya ada beberapa buah saja. Untuk Kota Semarang, stasiun komersil hanya ada di Stasiun Tawang, dan Poncol. Sementara itu, stasiun Jrakah, Kaliwungu dan stasiun kecil lain tidak akan menjadi tempat pemberhentian. Meski demikian, KAI mengaku akan tetap menggunakan fungsi stasiun tersebut.

“Tidak ada yang berubah, akan tetap sama. Dan nanti juga masih banyak pengalihan jalur, sehingga stasiun kecil masih tetap dibutuhkan,” tambahnya.

Tambahan Gerbong Keberadaan jalur ganda Tegal-Bojonegoro akan difungsikan pada bulan April 2014. Kesibukan jalur kereta pun diprediksi akan meningkat. Namun, KAI tak akan menambah jadwal perjalanan hingga menunggu pasar.

“Kami belum menambahkan jadwal kereta, kami masih menyesuaikan pasar. Sementara ini sudah ada 9000-an jadwal perjalanan,” ujarnya.

Pihaknya tengah merancang pembangunan Depo untuk transit barang. Dikatakan Wawan, di Kota Semarang masih belum mempunyai depo angkutan barang. Sehingga, kegiatan pengangkutan barang belum bisa dilakukan.

“Kebetulan daop IV belum ada depo, kami akan dibuka setelah reaktivasi jalu kereta Semarang Tawang ke Pelabuhan. Sementara ini, hanya melayani Semen saja ke staisun Brumbung, Mranggen” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

[POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

Regional
Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Detik-detik Mobil Pikap Terguling ke Jurang, Penumpang Terjatuh, Sopir Melompat Keluar

Regional
Menyoal Jejak Satwa di Jalur Evakusi Gunung Merapi, Jejak Anjing Bukan Macan Tutul

Menyoal Jejak Satwa di Jalur Evakusi Gunung Merapi, Jejak Anjing Bukan Macan Tutul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X