Kompas.com - 03/03/2014, 18:26 WIB
|
EditorFarid Assifa
KENDARI, KOMPAS.com — Orangtua siswi madrasah ibtidaiyah negeri yang anaknya menjadi korban asusila seorang guru, mengaku sangat terpukul dengan peristiwa itu. Apalagi, para siswi tersebut mengaku sudah beberapa kali dilecehkan guru tersebut.

“Saya baru tahu tadi pagi dari tetangga kalau anakku juga pernah dilecehkan guru itu. Baru kejadiannya tidak hanya satu kali, dia takut cerita ke saya,” ungkapnya sambil meminta agar namanya tidak disebutkan.

Menurutnya, pelaku EF adalah guru kelas I di madrasah tersebut. Namun, dia kerap mendatangi kelas VI, kelas V, dan kelas II saat jam istirahat.

“Pengakuan anakku, saat istirahat guru itu masuk ke kelas mereka dan pura-pura bertanya pekerjaan orangtua. Kemudian dia (guru) mulai melancarkan aksi bejatnya,” tuturnya melalui telepon selulernya, Senin (3/3/2014).

Bahkan, kata dia, guru itu sering mengendong siswinya yang baru duduk di kelas satu. Setelah itu, guru tersebut menggerayangi siswinya. “Siswi kelas dua juga digerayangi. Guru EF adalah guru pindahan dari MIS Wolasi sekitar tiga tahun lalu. Mungkin juga ada alumni MIN yang juga jadi korban pelecehan guru itu,” jelasnya.

Lebih lanjut orangtua siswi korban pelecehan seksual guru menyatakan, besok para orangtua siswa akan melakukan pertemuan dengan pihak sekolah bersama Kepala Kantor Depag Kabupaten Konawe Selatan dan juga aparat Polsek Konda.

“Pertemuan besok untuk memastikan apa guru itu tidak hanya dipindahkan, tapi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Jangan sampai Kakandepag membela dan tidak menindaklanjutinya,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang guru pria sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, berinisial EF (40), ditangkap polisi karena diduga melakukan perbuatan asusila terhadap beberapa orang siswinya. Kasus ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan perbuatan guru tersebut ke Polsek Konda, Senin (3/3/2014).

Aksi sang guru itu diduga telah berlangsung lama karena terungkap ada sekitar 10 siswi yang mengalami kejadian serupa. “Ada dua korban yang sudah melapor, siswi kelas VI," jelas Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana.

Anjar menyatakan, jika terbukti berbuat asusila, tersangka akan dijerat Pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.