Polda Lampung Sita Kerang Raksasa dari Penadah Sukabumi

Kompas.com - 26/02/2014, 19:35 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorFarid Assifa

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Polisi Lampung menyita 1,5 ton kima atau kerang raksasa dari penadah di Sukabumi, Jawa Barat. Hewan laut itu dibawa ke Lampung sebagai alat bukti kasus perusakan keanekaragaman hayati laut.

Dir Polair Polda Lampung, Kombes Edion, Rabu (26/2/2014) menjelaskan, pengungkapan kasus penyelundupan satwa dilindungi itu berawal dari ditangkapnya tiga tersangka pengangkut kima besar di Pulau Tanjung Putus, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

"Dari tiga tersangka itu, kami mendapatkan 200 kilogram barang bukti yang siap disetorkan ke penampung di Lampung. Sekarang, anggota kami sedang di perjalanan dari Sukabumi membawa 1,5 ton kima raksasa," kata Edion.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya sudah menahan Liman Jaya alias Ahua, penadah di Sukabumi, Jawa Barat dan Yusuf, penadah di Lampung.

"Tidak ada perlawanan dari tersangka dalam penangkapan tersebut, namun yang bersangkutan sempat bersembunyi," ujar dia.

Penangkapan dua penadah itu berawal dari pemeriksaan terhadap tersangka Abu Wahyu Dawili, selaku penampung, di Telukbetung, Bandarlampung. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan lagi 2 ton kima besar di gudang rumah tersangka.

"Menurut keterangan tersangka, pihaknya mengumpulkan kima raksasa untuk dijual lagi ke Sukabumi, Jawa Barat," ujar dia.

Polisi kembali melakukan pengembangan, ternyata di Jawa Barat, cangkang kima itu diekspor dan dibuatkan aksesoris dan alat kecantikan wanita. Total barang bukti yang diamankan Dit Polair Polda Lampung sebanyak 3,7 ton kima yang siap diolah menjadi aksesoris.

Sementara itu salah satu tersangka pengangkut kima besar, Latif mengaku tidak mengetahui bahwa biota tersebut termasuk satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati.

"Saya tidak tahu kalau kima-kima yang terdampar dalam keadaan mati itu jika diambil akan dikenakan sanksi hukuman," kata Latif.

Dia mengaku menggeluti berburu kima sejak 3 bulan terakhir sebagai bisnis sampingan karena ada peminatnya. Berbekal dengan alat linggis, ia menggali kima yang terendap dalam pasir dan menempel di terumbu karang.

"Betul, kalau saja saya tahu kima itu dilindungi, pasti tidak akan saya ambil, uangnya tidak seberapa dibandingkan dengan sanksi hukuman yang akan saya jalankan," keluhnya.

Sementara itu, 6 tersangka baik, pengangkut maupun penampung dan penadah satwa dilindungi telah melanggar Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Atas tindakannya itu, tersangka dapat dikenai ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X