Kompas.com - 20/02/2014, 08:13 WIB
Warga Maluku bacakan dukungan tertulis di hadapan Risma. KOMPAS.com/Achmad FaizalWarga Maluku bacakan dukungan tertulis di hadapan Risma.
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Jakarta, Rabu (19/2/2014), menyatakan, Surabaya tak perlu jalan tol atau jalan bebas hambatan di tengah kota karena ada frontage road seperti di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

"Frontage road sangat bermanfaat untuk memecah kemacetan di jalan utama itu," ujar Risma.

Risma menambahkan, upaya lain untuk mengurangi penumpukan kendaraan adalah dengan membangun jalan lingkar luar di semua wilayah.

Pernyataan Risma itu seperti menegaskan kabar dirinya berencana mundur dari jabatan wali kota karena ditekan terkait pembangunan jalan tol. Pembangunan jalan tol tengah di Surabaya itu dipersiapkan oleh pemerintah pusat.

Sirmadji, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Timur, partai yang mendukung Risma, Rabu, di Surabaya, juga membantah Risma berniat mundur karena ditekan pengurus partai terkait proyek tol itu.

"Tak benar juga jika ada rumor orang PDI-P ikut berada di balik proyek itu," ujarnya.

Selasa malam, Sirmadji dan Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo menemui Risma di Surabaya. Dari pertemuan itu, mereka menyimpulkan tak ada masalah serius dan Risma bisa tetap bekerja seperti biasa.

Dilaporkan KPK

Menurut Risma, ide arah pembangunan kota bisa muncul jika wali kota dan seluruh aparatnya rutin turun ke lapangan melihat dan bertemu langsung dengan warga. Kebutuhan warga bisa dipenuhi oleh pemerintah secara cepat dan tepat.

"Jadi, tak hanya menunggu laporan di ruang kerja," ujarnya.

Risma, yang tengah mengikuti seminar tentang perkotaan di Jakarta, mengatakan, akhir-akhir ini ia agak tertekan dalam menjalankan tugas sebagai wali kota.

Selama menjabat, tidak ada satu izin usaha ataupun pengalihan status aset Pemkot Surabaya kepada pihak ketiga seizin atau berdasarkan rekomendasi wali kota.

"Izin dikeluarkan oleh dinas terkait. Aset Pemkot berupa tanah dan bangunan semua sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga tak mudah melakukan pengalihan status, terutama tanah sebagai aset Pemkot," katanya.

Aset Pemkot, terutama tanah di lokasi strategis, harus dipertahankan, termasuk fasilitas umum, jangan pernah dialihkan ke swasta.

Tidak akan mundur

Dari Jawa Barat, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendukung Risma untuk tidak mundur dari jabatannya.

"Saya memahami pisan (sekali) tekanan politik sebagai wali kota seperti yang dihadapi Ibu Risma. Beliau merupakan idola saya dan saya mengenal Ibu Risma sejak masih menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya pada tahun 2010. Politik di Indonesia terkadang tak selalu berbanding lurus dengan logika," ujarnya.

Sirmadji menambahkan, Risma tak akan mundur. Informasi mundurnya Risma hanya rumor untuk melemahkan PDI-P.

"Ada tangan-tangan tak terlihat yang ingin memecah belah kami," kata Sirmadji. Dia heran rumor itu bisa meluas, sementara tidak ada masalah internal PDI-P serta antara Risma dan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana yang baru bulan lalu dilantik.

Menurut Sirmadji, PDI-P memegang posisi strategis di Surabaya. Situasi ini membuat resah lawan politik saat pemilu legislatif sudah dekat. Politik adu domba dilancarkan untuk menggoyahkan pasangan kepala daerah Surabaya itu.

Masalah kedua, Surabaya merupakan kota besar yang menggiurkan untuk berinvestasi. Sirmadji menyebut ada kemungkinan pengusaha hitam ingin melengserkan Risma yang dikenal tegas dan lurus dalam menata kota sehingga sulit dilobi.

Sirmadji mencontohkan, posisi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang memiliki persoalan panjang. KBS terletak di jantung kota dan pernah ada pengusaha yang menawar lahan itu untuk dijadikan hotel dan restoran.

Risma menolak karena KBS adalah kebanggaan warga Surabaya dan harus dipertahankan. Kini Pemkot Surabaya bisa memperoleh hak mengelola KBS. Ia menambahkan, keresahan Risma mungkin murni persoalan pribadi akibat politik adu domba.

Menurut Sirmadji, Risma dan Whisnu bisa berkoordinasi dengan baik. Keduanya dapat berkomunikasi. (DEN/ETA/SEM)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.