JAKARTA, KOMPAS.com — Bandar Udara Internasional Adi Sucipto, Yogyakarta, ditutup sementara akibat terganggu abu vulkanik dari Gunung Kelud di perbatasan Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar di Jawa Timur, yang meletus pada Kamis (13/2/2014) malam.

"Sekarang bandara ditutup. Abu tebal di sini, pesawatnya juga tertutup abu," kata salah seorang calon penumpang penerbangan Yogyakarta-Jakarta, Diah Soelistyowati (58), melalui sambungan telepon yang diterima di Jakarta, Jumat (14/2/2014).

Menurut Diah, sebelumnya tiga penerbangan, yakni Wings Air dari Yogyakarta-Surabaya, Citilink dari Yogyakarta-Jakarta, dan Garuda Indonesia dari Yogyakarta-Jakarta, mengumumkan pembatalan sejak pukul 6.00 WIB tadi.

Diah mengatakan belum mengetahui kapan bandara akan kembali normal beroperasi. Saat ini sejumlah penumpang memutuskan menukarkan tiket ke maskapai masing-masing. "Saya belum tahu apakah akan menunggu atau pindah melalui Ahmad Yani, Semarang. Tapi, tadi banyak juga yang tukar tiket supaya bisa terbang dari Semarang," ujar dia.

Kondisi Yogyakarta saat ia berangkat menuju bandara sekitar pukul 5.30 WIB masih gelap dan jarak pandang terganggu karena tertutup abu vulkanik dari Gunung Kelud. Menurut Diah, tidak tampak tanda-tanda matahari akan terlihat seperti hari sebelumnya. "Abunya lebih parah dari letusan Merapi, ini tebal sekali. Hidung sudah mulai terasa sakit," lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan Gunung Kelud membuat ribuan warga di radius 10 kilometer dari lereng gunung mengungsi.