Kompas.com - 07/02/2014, 06:44 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SAMARINDA, KOMPAS.com — Puluhan usaha waralaba se-Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), disegel ribuan orang yang tergabung dalam Forum Persatuan Saudagar (FPS). Forum ini beranggotakan para pedagang kecil dan menengah se-Samarinda, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional (APPT), dan Solidaritas Mahasiswa Samarinda.

FPS menggelar aksi sweeping dan langsung menyegel minimarket Indomaret, Alfa Midi, dan Era Mart yang tersebar di seluruh Kota Samarinda. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menutup semua minimarket yang tidak memiliki izin.

Untuk usaha waralaba yang memiliki izin, pemerintah diminta untuk menata ulang kebijakan perizinan. Para pedagang kecil menilai keberadaan puluhan minimarket itu telah menghentikan mata pencaharian pedagang-pedagang kecil dan menengah.

Koordinator aksi, Sulaeman Hattase, mengatakan bahwa tindakan mereka ini merupakan puncak dari kekecewaan terhadap Pemkot Samarinda yang gampang memberi izin dan membuka jalan bagi minimarket modern tersebut untuk menjamur di Samarinda.

Parahnya, rata-rata minimarket modern tersebut berlokasi di sekitar tempat usaha para pedagang kecil dan menengah. "Kami sudah sering melapor ke pemkot terkait permasalahan ini, tetapi tidak ada tindakan serius dari pemkot untuk menyelesaikan masalah ini. Banyak yang tidak memiliki izin, tetapi tetap saja membangun dan membuka usaha di sekitar tempat usaha pedagang kecil," ungkat Sulaeman.

Menurut Sulaeman, perbedaan perlakuan untuk para pemilik usaha minimarket ini sudah menjadi semacam upaya membunuh usaha kecil masyarakat. Dia membandingkannya pula dengan perlakuan kepada para pedagang kaki lima yang terusir dengan alasan tak berizin, sementara usaha besar tanpa izin masih bisa tetap berjalan.

 "Selama ini pemkot telah memandang sebelah mata para pedagang kecil karena pemkot tidak pernah melakukan tindakan terhadap pelanggaran yang ada. Pemkot selalu menindak tegas rakyat kecil, tetapi, untuk pengusaha besar, pemkot menutup mata," kecam Sulaeman.

Aksi tersebut berlangsung hingga Kamis petang, dari GOR Sempaja dan berakhir di Kantor Wali Kota Samarinda. Di minimarket yang disegel, mereka memasang rantai dengan gembok ukuran besar. Tak lupa, mereka memasang tulisan "Disegel" di setiap minimarket itu.

"Kami ada sekitar 1.500 yang terdiri pedagang kecil. Aksi sweeping ini akan berakhir di Palaran. Kemudian kami akan memblokade Kantor Wali Kota. Kalau tuntutan kami tidak didengar, siap-siap saja," ujar Sulaeman.

Sebelumnya, ada kesepakatan antara FPS dan APPT dan lainnya bahwa manajeman modern-market akan menutup minimarket yang tidak memiliki izin. Namun, kesepakatan itu tak pernah terwujud.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.