Kompas.com - 24/01/2014, 23:39 WIB
Awang Faroek, saat dikunjungi rekan-rekan wartawan di kantor Gubernur beberapa waktu lalu KOMPAS.com / YOVANDA NONIAwang Faroek, saat dikunjungi rekan-rekan wartawan di kantor Gubernur beberapa waktu lalu
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com
 — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak mengaku menerima surat dan bingkisan dari DPRD Kota Balikpapan. Namun, isi bingkisan itu membingungkan, yakni 10 batang rokok, uang rupiah Rp 59.300, 1 riyal, 10 dollar Hongkong, 1 ringgit Malaysia, dan 1 dollar Singapura.

Surat yang dikirim berserta bingkisan itu pun tidak jelas. Meski surat tersebut bersifat resmi, isinya agak nyeleneh. “Saya disurati DPRD Balikpapan. Tapi suratnya bikin bingung. Padahal suratnya resmi dan ada nomor suratnya,” ungkap Awang, Jumat (24/1/2014).

Awang kemudian menunjukkan surat yang dimaksud. Surat tersebut dikirim dan ditandatangani oleh Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong. Namun, isinya sangat rancu, hanya tertulis pengantarnya saja.

“Kalau dari suratnya sih biasa, tapi dalam surat tersebut dilampirkan barang-barang yang tidak jelas. Surat itu resmi lembaga perwakilan rakyat, namun tidak mencerminkan surat yang resmi, wajarkan saya bingung?” katanya.

Menurutnya, perihal dalam surat juga tidak menjelaskan tujuan lampiran rokok dan uang yang dikirim bersama surat tersebut. Akan tetapi, lanjut dia, dalam isi surat hanya tercermin maksud sebagai upaya menindaklanjuti berita acara serah terima antara DPRD Balikpapan dan Forum Masyarakat Save Sepinggan pada tanggal 16 Januari 2014 lalu.

Awang menilai, surat semacam itu jelas membingungkan. Apalagi ditujukan untuk seorang Gubernur Kaltim. “Ini maksudnya apa? Surat untuk seorang Gubernur dan dikirim dari seorang Ketua DPRD dan ini surat resmi,” kata Awang.

Menurutnya, jika dilihat dari nominal uang dan isi suratnya, dia menilai surat tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi pengeluaran aspirasi sekelompok warga Balikpapan yang menolak perubahan nama Bandara Sepinggan menjadi Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Sebab sepengetahuan Awang, pada tanggal 16 Januari 2014, puluhan orang dari berbagai kelompok dan menamakan dirinya kelompok Save Sepinggan menggelar aksi unjuk rasa, dan menggalang dana untuk Sepinggan.

Diketahui, ketika itu, puluhan massa tersebut melakukan long march dengan tujuan Kantor Wali Kota dan Kantor DPRD Kota Balikpapan. Kelompok Save Sepinggan ini menggalang dana, dan hasilnya terkumpul sejumlah uang rupiah dan beberapa mata uang asing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X