Kompas.com - 21/01/2014, 20:38 WIB
Ilustrasi korban perkosaan. ShutterstockIlustrasi korban perkosaan.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Kepolisian Wajo dituding berusaha merekayasa kasus perkosaan terhadap tahanan perempuan di sel Markas Polsekta Wajo menjadi kasus perzinahan.

Tudingan itu disampaikan Koordinator Forum Informasi dan Komunikasi (FIK) Organisasi Non Pemerintahan (Ornop) Sulsel, Asram Jaya, kepada wartawan, Selasa (21/1/2014). Menurut Asram, polisi juga menutup rapat kasus tersebut dan bahkan korban tidak bisa ditemui.

"Informasi yang saya dapat, ini tindakan perkosaan. Namun, jika dilihat dari perkembangannya, polisi seakan mau melarikan hal ini ke pasal perzinahan," ungkap Asram, Selasa.

"Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami harap polisi jangan mau cuci tangan. Bagaimanapun ini tanggung jawab kepolisian," tegasnya.

Asram berharap polisi bersikap adil dalam menyelidiki kasus perkosaan di dalam sel tahanan Markas Polsek Wajo. "Polisi jangan rekayasa kasus, dan jangan jadikan korban perkosaan menjadi perzinahan. Secara tidak langsung, aparat kepolisian membuat korban semakin dizalimi. Pelakunya yang enak," jelasnya.

Asram menambahkan, saat ini korban sudah mengalami tekanan psikis yang luar biasa, apalagi jika ditambah sikap polisi yang cenderung mengintimidasi. "Kami lihat sisi humanisnya. Kami tidak menyudutkan pihak kepolisian, tapi kami meminta, pelaku jangan dibiarkan. Ini sudah pelanggaran berat, termasuk pelanggaran hak asasi Manusia. Di mana tahanan sudah dicabut hak kebebasannya malah mendapat perlakuan tak senonoh," sebut Asram.

Senada yang dikemukakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Makassar, Rosmiati Sain. Dia menyatakan, hingga saat ini dirinya belum bisa menemui keluarga korban. Ketatnya pengawalan polisi merupakan salah satu penyebab sulitnya akses menemui korban.

"Saya sudah ke Bhayangkara, tapi tidak ada yang tahu. Katanya, korban sudah dikembalikan ke Polsek Wajo. Tapi, info yang saya dapat, korban masih ada di rumah sakit," beber Rosmiati.

Sebelumnya telah diberitakan, seorang tahanan wanita melapor telah diperkosa oleh tahanan lainnya bernama Nas dibantu rekan Nas, Syah dan Bach, di dalam sel, Jumat (19/1/2014) sekitar pukul 16.30 Wita. Kasus ini terungkap ketika orangtuanya datang membesuk tahanan dan korban berteriak-teriak mengaku diperkosa.

Dalam kejadian itu, polisi membantah adanya unsur perkosaan. Dalam kasus ini, polisi menyatakan tidak ada unsur paksaan. Menurut polisi, persetubuhan antar-sesama tahanan karena didasari atas suka sama suka. Atas kejadian itu, korban mengalami shock berat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.