Mengaku Diperkosa, LR Adukan Bupati Bengkulu Selatan ke Komnas HAM

Kompas.com - 20/01/2014, 14:45 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang perempuan berrinisial LR mengadukan Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi Awaluddin ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (20/1/2014). LR mengaku menjadi korban pemerkosaan, penculikan, penyekapan, penganiayaan, dan mendapat ancaman pembunuhan dari Reskan.

"Saya disiksa, diancam mau dibunuh. Saya disekap, tiga hari enggak dikasih makan," kata LR, di kantor Komnas HAM, Jakarta.

LR mengatakan, ia merupakan bendahara Reskan sejak mencalonkan diri sebagai Bupati Bengkulu Selatan. Saat itu, kata LR, ia menjadi kader Partai Bulan Bintang. Sementara Reskan diusung partai pendukung, di antaranya Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera. Saat Reskan terpilih sebagai bupati, LR masih menjadi bendahara Reskan.

"Saya bendahara beliau. Jadi mengetahui kejelekan beliau. Dari awal beliau mulai mencalonkan, saya tahu," ujarnya.

Awalnya, aku LR, ia dipaksa melakukan hubungan intim pada 2009. Setelah itu, ia pun melapor ke Polda Bengkulu pada 2010. Pada 2011, LR pergi ke Jakarta untuk menemui rekannya berinisial S yang juga mengaku menjadi korban Reskan. Keduanya berencana melaporkan Reskan. Namun, sebelum sempat bertemu S, LR mengaku diculik oleh anak buah Reskan. Saat itu, ia disekap di sebuah tempat di Jakarta.

"Saya disekap dan disiksa satu minggu. Mereka yang sekap saya bilang kasus yang saya laporkan ke Polda Bengkulu sudah di-SP3 (dihentikan)," terang LR.

Saat penyekapan itu, LR mengaku dua kali didatangi oleh Reskan. Ia dipaksa masuk ke dalam mobil dan dibawa ke sebuah rumah makan. Saat itulah ia dipaksa menandatangani surat perjanjian.

"Bupati datang, saya dipaksa tanda tangan perjanjian yang saya tidak tahu. Saya tanda tangan, daripada saya dibunuh. Keluarga saya akan dihabisi," ujarnya.

Setelah beberapa bulan disekap, LR mengaku berhasil melarikan diri. Ia kemudian memberanikan diri melapor ke Mabes Polri. Namun, pihak Mabes meminta LR melapor ke Polda Metro Jaya.

"Ke Polda saya enggak ada bukti apa-apa. Waktu itu kan ada saksi saya," katanya.

Hingga kini, menurut LR, laporan itu tak pernah diproses. Ia pun mengaku masih mendapat ancaman dari Reskan.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi Awaluddin masih dikonfirmasi terkait pelaporan ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Regional
Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

Regional
Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

Regional
Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

Regional
Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

Regional
Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

Regional
Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

Regional
RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

Regional
Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

Regional
Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

Regional
Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

Regional
Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X