JK: Erupsi Sinabung Belum Masuk Kategori Bencana Nasional

Kompas.com - 08/01/2014, 06:59 WIB
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, meletus lagi pada Selasa, 17 September 2013 pukul 12.03. Gunung meletus pada Minggu dan mengharuskan ribuan warga yang tinggal di kaki gunung segera mengungsi. Status gunung masih Siaga III. AFP PHOTO / KHARISMA TARIGANGunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, meletus lagi pada Selasa, 17 September 2013 pukul 12.03. Gunung meletus pada Minggu dan mengharuskan ribuan warga yang tinggal di kaki gunung segera mengungsi. Status gunung masih Siaga III.
Penulis Suhartono
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KABANJAHE, KOMPAS.com — Ketua Umum Palang Merah Indonesia Pusat (Ketua Umum PMI Pusat) M Jusuf Kalla menyatakan, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, belum bisa ditetapkan sebagai bencana nasional. Alasannya, penanggulangan bencana masih mampu diatasi oleh jajaran di tingkat kabupaten dan provinsi.

"Kalau kabupaten dan provinsi tidak lagi mampu menanggulangi karena skala bencananya sangat besar dan memakan banyak korban, maka erupsi Gunung Sinabung baru bisa dikategorikan bencana nasional," ujar Kalla, Selasa (7/1/2014) malam, saat memberi paparan di hadapan jajaran PMI Sumatera Utara, di Berastagi, Karo, Sumatera Utara.

Setelah memantau langsung erupsi Gunung Sinabung pada Selasa malam, Kalla berencana kembali melihat aktivitas gunung tersebut dan beberapa pengungsian di wilayah Kabanjahe, Rabu (8/1/2014).

Rombongan Kalla menyertakan pula Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Soemarsono dan sejumlah pakar. Selain pengamat sosiologi politik Thamrin Thamagola, dalam rombongan ini terdapat pakar manajemen Rhenald Kasali, pakar kebijakan umum Andrinov Chaniago, dan Pembantu Rektor II Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.

Menurut mantan Wakil Presiden Indonesia ini, alasan letusan Sinabung belum dapat masuk kategori bencana nasional juga karena belum ada letusan besar dan korban jiwa. "Ini bedanya dengan di Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau di Sinabung ini, warganya lebih siap sehingga saat terjadi erupsi, mereka bisa segera diungsikan sehingga tak ada korban jiwa," ujar Kalla.

Sebelumnya, dalam laporannya, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah berharap letusan gunung ini segera dinyatakan masuk kategori bencana nasional. Alasan yang dia kemukakan adalah banyaknya pengungsi dari peristiwa alam tersebut. Hingga Selasa, jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung tercatat mencapai lebih dari 22.000 jiwa.

"Apakah mereka harus kembali ke rumahnya di desa atau direlokasi. Ini mungkin Pak JK bisa menjelaskan apakah aktivitas Sinabung sudah bisa dikategorikan sebagai bencana nasional," ujar Rahmat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X