Kompas.com - 07/01/2014, 10:28 WIB
Salah seorang warga melintasi gedung bekas kantor radio komunikasi pertama yang dibangun Kolonialisme Belanda yang berlokasi di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaSalah seorang warga melintasi gedung bekas kantor radio komunikasi pertama yang dibangun Kolonialisme Belanda yang berlokasi di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com - Sebuah bangunan bersejarah peninggalan zaman kolonialisme Belanda yang berada di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat terbengkalai dan tak terurus.

Padahal, gedung tersebut adalah bekas kantor radio komunikasi yang pertama kali dibangun oleh Belanda di Indonesia bernama Telepoonken.

Meski dinding gedung tersebut masih berdiri kokoh dengan material campuran batu andesit dan kapur berdesain ala Belanda, namun karena tidak terurus. Gedung tersebut terlihat sangat kusam. Bahkan, kondisi lebih parah tersaji di dalam.

Kemegahan di dalam bangunan yang menurut cerita penuh dengan peralatan komunikasi tercanggih pada zamannya, kini berganti dengan pemandangan tak sedap. Puing-puing pilar yang mulai rusak tergerus waktu berceceran di lantai.

Selain itu, rongga ruangan yang sangat luas dipenuhi dengan jerami serta beberapa kandang ayam yang tak terpakai. "Kadang-kadang dijadikan kandang kerbau. Tempat istirahat kerbau-kerbau kalau mau ke ladang, dikasih makan di sana," kata peneliti dan pelaku sejarah Cililin, Drs H. Amar Sudarman, saat ditemui di kediamannya di Cililin, Senin (6/1/2013) kemarin.

Amar menambahkan, banyak juga warga sekitar yang membangun rumah-rumah di sekeliling gedung dengan memanfaatkan kayu-kayu jati yang setia menyangga eks kantor radio itu. Hal tersebut belakangan diketahui sebagai penyebab rusaknya pilar-pilar beton di dalam bangunan.

"Dulu juga pernah dipakai warga untuk membuat tahu, waktu itu beras masih mahal. Makanya sampai saat ini orang kenalnya gedung tahu," kata Amar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Markas BKR dan TKR
Pada zaman perang kemerdekaan, gedung yang terlantar pascakebangkrutan radio komunikasi seluruh tanah jajahan Belanda, yaitu Radio Nederland Indishe Radio Ommelanden (NIROM) itu sempat dimanfaatkan oleh tentara perjuangan kemerdekaan seperti BKR dan TKR sebagai markas pertahanan.

Hingga akhirnya bangunan tersebut ditetapkan sebagai markas Batalyon 22 Jaya Pangrengot/Guntur 1 Resimen. Gedung tersebut semakin rusak ketika Jepang datang.

Menurut Amar, Jepang pada saat itu tidak menyukai bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda. Mereka lebih memilih untuk memanfaatkan tempat tersebut sebagai gudang penyimpanan senjata yang bertolak jauh dari desain semula, yaitu pusat komunikasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.