Kompas.com - 27/12/2013, 05:12 WIB
Nampak perahu para nelayan tradisional Kolaka yang berhenti melaut. Ini terkait dengan gelombang tinggi yang mencapai empat meter diperairan Kolaka, Sulawesi Tenggara. KOMPAS.com/ SUPARMAN SULTANNampak perahu para nelayan tradisional Kolaka yang berhenti melaut. Ini terkait dengan gelombang tinggi yang mencapai empat meter diperairan Kolaka, Sulawesi Tenggara.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KOLAKA, KOMPAS.com - Jalur penyeberangan feri di Kolaka, Sulawesi Tenggara, sudah dibuka kembali Kamis (26/12/2013) malam setelah sempat ditutup karena cuaca buruk. Kapal feri yang seharian bersandar telah diberangkatkan.

"Malam ini kembali normal setelah seluruh keberangkatan kapal feri tertunda beberapa jam," kata Kepala Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kolaka, Mursalim, Kamis malam. Pada pukul 23.00 WIB, KM Raja Dilaut sudah melaut.

Menjelang tengah malam, lanjut Mursalim, KM Masagena juga sudah mulai memasukkan penumpang. "Semua jadwal kembali kami berlakukan walau saat ini yang kami berangkatkan adalah kapal yang sudah terjadwal," ujar dia.

Pada Kamis malam, empat feri diberangkatkan dari Kolaka. Mursalim meminta para calon penumpang untuk bersabar dan tak berdesakan berebut menumpang feri yang terlambat beberapa jam keberangkatannya.

Mursalim memastikan pula bahwa mulai Kamis malam seluruh kapal rute Kolaka ke Bajoe juga akan diberangkatkan. "Dari pelabuhan Bajoe menuju Kolaka dan sebaliknya berjalan normal lagi," ujar dia.

Ketegangan sempat terjadi di pintu palang kedua pelabuhan, melibatkan sopir bus dan petugas. Sejumlah bus mencoba menerobos masuk ke area steril pelabuhan. "Mobil bapak itu jadwal keberangkatan berikutnya. Lihat, di belakang masih banyak mobil yang akan masuk," ujar Bripka Hery Brata kepada sopir bus.

Hery pun meminta para sopir bus dan calon penumpang pada umumnya untuk saling menghargai. "Semua akan berangkat sesuai jadwal semula," ujar dia. Pantauan Kompas.com di lapangan terlihat puluhan mobil, bus, dan truk memadati lokasi parkir pelabuhan feri Kolaka. 

Sebelumnya Syahbandar Kolaka menunda seluruh keberangkatan kapal di pelabuhan ini. Gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Kolaka menjadi penyebab penundaan itu. Kondisi laut semacam itu selalu terjadi setiap kali musim angin barat datang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.