Kompas.com - 08/12/2013, 13:36 WIB
salah satu korban bus pengantin maut, mempelai pria bernama Eko (26) warga Banyumas, masih pingsan di RSUD Slamet Garut.
kompas.com/ syahrul munirsalah satu korban bus pengantin maut, mempelai pria bernama Eko (26) warga Banyumas, masih pingsan di RSUD Slamet Garut.
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com - Yuli Eko Prasetyo (27), warga Desa Pejebol, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah seharusnya menjadi orang yang paling bahagia hari ini karena akan melangsungkan ijab kabul dengan wanita pujaannya di daerah Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Garut.

Namun nahas, mobil bus yang ditumpanginya masuk ke jurang sedalam 45 meter di Kampung Cisandaan, Desa Pananjung, Kecamatan Pamulihan, Garut, Minggu (8/12/2013) dini hari. Badan bus terakhir ditemukan dalam kondisi terbalik di sungai Halimun. Eko saat ini masih terbaring tanpa sadarkan diri di ruang UGD RSUD Dr Slamet Garut Kota. Ia mengalami luka parah di bagian kepala.

"Tadi masuk sini jam tujuh pagi. Luka paling parah di bagian kepala di atas mata kiri dalemnya dua senti (centimeter). Tadi sudah dijahit, sampai sekarang belum sadar," kata salah seorang petugas RSUD Dr Slamet kepada Kompas.com, Minggu.

Tak seorang pun menemani Eko, sebab para kerabatnya juga mengalami luka-luka dan masih dirawat di puskesmas terdekat. Enam orang di rawat Puskesmas Cisandaan dan 10 orang di Puskesmas Cikajang. Sementara sang sopir hingga saat ini belum ditemukan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Bariu mengatakan, bus diperkirakan mengalami rem blong saat berpapasan dengan kendaraan yang berlawanan arah. "Dugaan sementara rem blong karena tidak ada bekas pengereman. Tapi bisa jadi juga karena sopir tidak menguasai medan," kata Bariu.

Sementara itu kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Dikdik Hendrajaya mengatakan, wilayah Garut Selatan merupakan daerah cukup berbahaya bagi pengendara. Di lokasi kejadian, bus masuk jurang karena biasanya penglihatan sopir terganggu akibat kabut di pagi hari dan tidak ada penerangan.

"Subuh tadi hujan sehingga lokasi berkabut dan licin. Yang bukan orang setempat memang bahaya lewat jalur itu. Jalurnya berkelok-kelok dan sampingnya banyak tebing dan jurang, ditambah gelap," kata Dikdik.

Sementara itu mengenai jumlah korban jiwa hingga saat ini masih simpang siur. Termasuk informasi sopir yang telah ditemukan dalam kondisi tewas. Diinformasikan lokasi kejadian dengan rumah mempelai wanita masih 50 kilometer, sementara jarak dengan RSUD Slamet di hampir 100 kilometer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X