Kompas.com - 27/11/2013, 19:54 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com
- Puluhan warga yang menduduki gedung DPRD Sulawesi Tenggara mendesak pemekaran Buton Selatan, Rabu (27/11) terlibat bentrok dengan petugas Sat Pol PP dan staf sekretariat DPRD setempat. Mereka dipukul mundur oleh staf dewan, karena dianggap mengganggu apel pagi pegawai di halaman gedung sekretariat DPRD setempat.

Peristiwa itu bermula saat massa membakar satu kursi DPRD Sultra. Aksi itu kemudian hendak dicegah Sekretaris Dewan, Nasuran. Namun Nasruan malah dilawan salah seorang massa.

“Silakan aksi boleh tapi jangan membakar, kalimat tersebut saya sampaikan kepada sejumlah demonstran. Mereka malah membentak saya dan menyatakan diam, jangan bicara, sehingga staf DPRD juga tersinggung karena atasannya dibentak oleh massa,” kata Nasruan.

Melihat atasanya diperlakukan kasar, staf sekretariat DPRD Sultra bersama petugas Polisi Pamong Praja sontak mengusir para demonstran hingga keluar dari area gedung DPR Sultra, sehingga terjadi saling serang.

Aparat Polres Kendari yang mendapat laporan adanya aksi kericuhan, langsung menurunkan 90 personel menjaga gedung DPRD Kendari untuk mencegah aksi balasan dari massa pengunjuk rasa.

“Kami antisipasi saja, jangan sampai terjadi aksi saling serang antara massa dengan staf sekretariat dewan. Jadi ada 90 personel polisi turun untuk mengamankan kedua pihak yang saling serang,” terang Kapolres Kendari, AKBP Ajar Wicaksana di gedung DPRD Sultra, Rabu (27/11).

Menurut Anjar, pihaknya telah menerima laporan penganiyaan terhadap seorang pengunjuk rasa dari Buton Selatan. Aduannya telah diterima dan selanjutnya akan diproses.

“Korban mengaku dipukul oleh staf dewan sehingga mengalami memar di bagian pundaknya, tetapi untuk laporan pembakaran dan perusakan aset DPRD Sultra belum kami terima,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan warga Buton Selatan sejak Selasa (26/11/2013) berunjuk rasa dan menginap di gedung DPRD Sultra. Aksi itu dilakukan mereka sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah karena hingga kini daerahnya belum juga disetujui untuk dimekarkan.

Menurut mereka, persyaratan pembentukan Buton Selatan sudah lengkapi, namun hingga kini, Bupati Buton, Umar Samiun dan Gubernur Sultra, Nur Alam belum juga menyetujui pemekaran tesebut. Padahal daerah lain yang masuk ke deretan 19 daerah usulan pemekaran DOB, justru sudah terbentuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.