Nama RSUD Bireun, Jejak Tak Terungkap Konflik Senjata di Aceh - Kompas.com

Nama RSUD Bireun, Jejak Tak Terungkap Konflik Senjata di Aceh

Kompas.com - 21/11/2013, 06:51 WIB
Shutterstock Ilustrasi senjata api. | Shutterstock
BIREUN, KOMPAS.com — Mengulas sejarah penabalan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam, membuat mata sejarawan Bireuen, Ar Djuli, berbinar. Kelabatan konflik panjang yang mendera Aceh pun langsung terlintas di kepalanya.

"Terdapat dua pahlawan kemanusiaan di Bireuen yang gugur tertembak saat melaksanakan tugas mengevakuasi sejumlah korban tembak di kawasan pegunungan Cot Kruet, Kecamatan Peudada, pada 25 Mei 1999," urai Ar Djuli, Rabu (20/11/2013). Kedua orang itu, sebut dia, adalah Fauziah dan Teuku Mustafa.

Saat tertembak dan gugur, Fauziah adalah Kepala Puskesmas Peudada, sementara Mustafa adalah petugas kesehatan. Menurut Ar Djuli, mereka berdua tertembak saat melintasi pegunungan Cong Kruet menuju lokasi para korban tembak.

Saat meninggal dalam tugas itu, kata Ar Djuli, Fauziah dalam kondisi mengandung dua bulan. Ar Djuli mengaku sebagai satu di antara tim yang mengevakuasi jenazah Fauziah dan Mustafa. Menurut dia, mobil yang ditumpangi Fauziah dan Mustafa terperangkap baku tembak, situasi yang pada masa itu jamak saja terjadi.

Pada waktu itu, Ar Djuli adalah Ketua PMI Cabang Bireun. Menurut dia, insiden yang menewaskan Fauziah dan Mustafa mengundang banyak kutukan dari beragam kalangan. "Namun, hingga kini, tidak diketahui siapa pelakunya," kata dia.

Ar Djuli pun menyayangkan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional di Bireun tidak ada satu pun keluarga Fauziah dan Mustafa yang diundang. Berdasarkan usulan dari banyak kalangan, akhirnya nama Fauziah ditabalkan menjadi nama RSUD milik Pemerintah Kabupaten Bireun.



EditorPalupi Annisa Auliani

Close Ads X