MWC: Ada "Mark Up" Harga Tanah untuk RSUD Kota Malang

Kompas.com - 12/11/2013, 18:25 WIB
|
EditorFarid Assifa
MALANG, KOMPAS.com - Malang Corruption Watch (MCW) mengendus dugaan penggelembungan dana Rp 3,7 miliar dalam pembelian lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang, Jawa Timur.

"Ada kejanggalan dalam pembelian tanah seluas 4.300 oleh pihak Pemkot Malang, dengan total harga total Rp 7,1 miliar. Karena proses pembelian tanah itu tidak sesuai dengan harga Nilai Jual Objek Pajak," beber Zainuddin, Divisi Advokasi MCW dalam jumpa pers di Kota Malang, Selasa (12/11/2013).

Zainuddin menjelaskan, untuk pembangunan RSUD Kota Malang itu, dibutuhkan tanah seluas 12.000 meter. Sementara Pemkot Malang telah memiliki tanah bengkok seluas 8.000 meter. Dengan demikian, kekurangannya seluas 4.300 meter.

Dia menyatakan, pembelian tanah sekitar 4.300 meter tersebut patut dicurigai, karena dibeli dari seseorang atau pihak ketiga dengan harga yang tinggi, yakni Rp 1,7 juta permeter persegi. Padahal, di lapangan, harga tanah masih berkisar di Rp 1 juta. Dulu pada tahun 2012, sang pemilik tanah membeli lahan itu Rp 700.000 permeter persegi.

"Seharusnya, hanya Rp 3,4 miliar, tetapi membengkak menjadi Rp 3,7 miliar," tandas Zainuddin.

Seharusnya, kata Zainuddin, sebelum memutuskan beli tanah, Pemkot Malang berkonsultasi terlebih dahulu pada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengetahui harga standard.

"MCW meminta agar Pemkot Malang meninjau kembali harga tanah karena memang tidak sesuai dengan harga NJOP," katanya.

Di tempat berbeda, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi menyatakan, jika memang terjadi penggelembungan harga, panitia pembelian tanah harus segera dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Karena dugaan mark up-nya mencapai Rp 3,7 miliar, harus segera dilaporkan ke KPK. Harga tanah senilai Rp 1,7 juta permeter persegi yang dibeli oleh Pemkot Malang jelas terlalu jauh di atas harga nilai jual objek pajak (NJOP). Seharusnya hanya Rp 1 juta permeternya," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Regional
Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X