Kompas.com - 11/11/2013, 18:38 WIB
Enam unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia diserahkan kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skadron 21/Sena, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/8/2011). Enam helikopter Mi-17 V5 tersebut merupakan helikopter angkut militer yang dapat mengangkut 36 personil atau beban seberat tiga ton, dan akan mengisi Skadron 31/Serbu Semarang. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Enam unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia diserahkan kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skadron 21/Sena, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/8/2011). Enam helikopter Mi-17 V5 tersebut merupakan helikopter angkut militer yang dapat mengangkut 36 personil atau beban seberat tiga ton, dan akan mengisi Skadron 31/Serbu Semarang.
EditorKistyarini

TARAKAN, KOMPAS.com — Pemulangan 13 jenazah korban jatuhnya helikopter Mi-17 milik TNI AD di Malinau, Kalimantan Utara, kepada keluarga masing-masing belum dapat dilakukan hari ini, Senin (11/11/2013), karena proses identifikasi jenazah masih dilakukan.

”Belum bisa dilakukan hari ini. Masih proses identifikasi dulu. Jangan sampai salah. Begitu identifikasi selesai, jenazah baru bisa dipulangkan ke keluarga,” kata Kolonel (Inf) Legowo, Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, ketika dihubungi, Senin pagi.

Korban tewas yang merupakan anggota TNI adalah Lettu Corp Penerbang (CPn) Agung Budiarjo (pilot), Lettu (CPn) Rohmad (pilot), Kapt (CPn) Wahyu Ramdan, Serka Aan Prayitno, dan Kapt Czi Sardi. Adapun korban tewas warga sipil adalah Desi, Wahyu, Bilung Lengkang, Lingling, Asun, Sam, Gring Bilung, dan Hirodis.

Investigasi terkait jatuhnya helikopter Mi-17 milik TNI AD di Kabupaten Malinau yang menewaskan 13 orang itu juga sudah dimulai. Menurut Legowo, sebagian dari anggota tim investigasi gabungan sudah datang hari Minggu kemarin. ”Hari ini juga ada yang datang dari Jakarta,” katanya.

Seperti diketahui, Sabtu (9/11/2013) siang, helikopter yang mengangkut logistik dan material itu jatuh di Long Pujungan, Malinau. Helikopter yang mengangkut 19 orang terdiri atas tujuh anggota TNI dan 12 warga sipil itu berangkat dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara.

Adapun material yang dibawa heli ini untuk membuat pos pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia di sekitar Desa Apoping, Kecamatan Bahau Ulu, Kabupaten Malinau.

Dalam perjalanan menuju Pos Pamtas Malinau-Sarawak itulah helikopter kehilangan tenaga, kemudian jatuh dan terbakar di dekat pos tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari enam korban selamat, dua di antaranya prajurit TNI, yakni Sertu Joko dan Praka Siburian. Adapun empat lainnya adalah warga sipil, yakni Fredy Usang, Desem Njuk, Albert Daud, dan Mendan Bilung.

Legowo tidak merinci kondisi korban selamat. Ia hanya menyebutkan, korban yang selamat mengalami luka bakar. ”Ada yang ringan, ada yang berat. Kita berharap semuanya membaik,” ujarnya.

Keluarga menunggu

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.