Kompas.com - 08/11/2013, 19:27 WIB
|
EditorFarid Assifa

JEMBER, KOMPAS.com — Oknum Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) berinisial M diduga telah memerkosa salah satu istri tahanan berinisial ES, warga Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember.

Peristiwa itu bermula saat suami ES pada tahun 2011 lalu ditahan di Bali karena melakukan tindak pidana. Seusai menjenguk suaminya di Bali, ES diminta oleh suaminya untuk mendatangi Ketua Paguyuban Keluarga Sulawesi Selatan di Jember, yang dijabat oknum Kapolsek berinisial M tersebut.

"Saya saat itu langsung menghubungi M, dan meminta untuk bertemu. Saya telepon dia dan bilang kalau mau menyampaikan amanah suami saya. Namun saat itu M mengaku sedang sibuk bertugas," kenang ES.

Setelah beberapa kali dihubungi kembali, akhirnya M menemui ES di depan apotek di Jalan Gajah Mada. "Saat itu saya diminta untuk naik ke dalam mobil milik M. Dia bilang, enak ngobrol di rumah saya. Waktu itu saya tidak curiga sama sekali," kata ES.

Setibanya di rumah M, ES diminta untuk menaruh anaknya yang sedang tidur di dalam kamar M. Setelah anaknya ditaruh, M kemudian mengajak ES untuk mengobrol di ruang tamu. "Waktu itu saya sampaikan amanah suami saya bahwa mau meminjam uang Rp 2 juta kerukunan kas dari keluarga paguyuban," katanya.

Setelah menyampaikan amanah suaminya, ES kemudian berdiri untuk mengambil anaknya di dalam kamar M. "Tiba- tiba saya didorong dan dipeluk M. Saya berontak dan teriak 'Jangan Pak, saya punya suami'. Dia terus memaksa saya dan memegang saya. Saya terus berontak dan langsung diperkosa sama dia," ucap ES sambil menangis.

ES mengaku sempat disekap di rumah M hingga lebih kurang 10 jam, dan diperkosa hingga empat kali. "Waktu itu saya dan anak saya dikunci di dalam kamar. Saya teriak-teriak dan meronta, tapi saya tidak bisa apa-apa. Saya diperkosa sampai empat kali, setelah saya diperkosa, kemudian dikunci di dalam kamar. Dan begitu dia pingin masuk kamar lagi dan saya dipaksa digituin hingga empat kali," ungkapnya dengan terus menangis.

Hingga akhirnya sekitar pukul 4.30 pagi, ES diantar M pulang ke rumahnya. "Waktu itu saya diancam dan diminta untuk tidak melapor. 'Kalau kamu laporan, karier saya pasti habis'," katanya menirukan ucapan M.

Pasca-kejadian itu, ES mengaku takut melaporkan kepada pihak kepolisian karena diancam M. Saat suaminya bebas dari penjara, ES kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Saat itu suami saya langsung melaporkan ke Polres Jember. Saya laporan kira-kira bulan empat tahun 2012, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan," katanya dengan sedih.

ES meminta kasusnya tersebut diusut tuntas dan M dihukum seberat-beratnya. "Saya pokoknya minta M dihukum seberat-beratnya," harapnya.

Sementara itu, Wakapolres Jember Komisaris Polisi Cecep Susatya membenarkan adanya laporan mengenai salah satu anggotanya yang diduga melakukan perbuatan asusila. "Memang benar, kita mendapatkan laporan itu. Laporan itu tahun 2012 lalu, dan kita sudah menindaklanjutinya dengan memanggil pelapor, terlapor, dan sejumlah saksi-saksi," kata Cecep, Jumat (8/11/2013).

Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan. "Kasus ini tetap kita dalami, tetapi untuk sementara belum bisa dinaikkan ke penyidikan karena bukti awalnya belum cukup," ungkap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.