Tambang Merajalela, 10 Kecamatan di Kukar Terancam Bencana

Kompas.com - 07/11/2013, 19:17 WIB
|
EditorKistyarini
SAMARINDA, KOMPAS.com — Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur (Kaltim) mengatakan, 10 kecamatan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terancam bencana ekologis akibat pertambangan batubara.

Kesepuluh kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Sanga-sanga, Muara Jawa, Samboja, Loa Janan, Loa Kulu, Tenggarong Seberang, dan beberapa kecamatan lainnya. Kecamatan-kecamatan tersebut dikelilingi perusahaan tambang yang aktif berproduksi.

Menurut Dinamisator Jatam Kaltim, Kahar Al Bahri, kasus longsor yang memutuskan jalan sepanjang 200 meter di Kecamatan Sanga-sanga, Kukar, Senin (4/11/2013), adalah contoh awal. Nanti, akan ada lagi kasus-kasus baru yang muncul akibat galian tambang yang terus-menerus.

“Sejak 2010 Jatam sudah mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kukar tentang bahaya bencana ekologis akibat izin tambang yang terus dikeluarkan. Sayangnya Pemkab tidak mempertimbangkan dampaknya. Padahal pembandingnya sederhananya, sebelum ada tambang, bencana-bencana yang ada belum pernah terjadi,” katanya, Kamis (7/11/2013).

Kahar menjelaskan tanda-tanda bencana ekologis akibat tambang sudah bermunculan satu per satu di Kukar.

Dia memberi contoh, banjir besar di Kecamatan Samboja. Beberapa daerah ada yang tenggelam karena banjir akibat tambang. Sekarang justru jalan longsor dan terputus sepanjang 200 meter. Jatam memprediksi, bencana ekologis tak lama lagi akan terjadi bersamaan di 10 kecamatan itu.

Dampak yang terasa saat ini adalah menurunnya kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi. Pasalnya, ada beberapa kebutuhan yang hilang akibat aktivitas tambang seperti air bersih. Warga harus mengeluarkan biaya lagi untuk membeli kebutuhan itu yang dulunya tersedia gratis di daerah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di 10 kecamatan di Kukar, aktivitas tambang batubara yang menggerus lahan sangat masif. Izin tambang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Kukar begitu mudah dikeluarkan. Kembali ke Sanga-sanga, harusnya perusahaan tambang yang terbukti salah itu harus ditutup dan dicabut izinnya,” tegasnya.

Sebab, lanjut dia, longsor di Kecamatan Sanga-sanga mestinya masuk dalam kejahatan korporasi karena ada fakta pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan tambang.

Kahar menambahkan, tindakan yang diperlukan tidak cukup dengan membekukan perusahaan tersebut. Kalau dibekukan, artinya bisa cair kembali, perusahaan bisa kembali beroperasi. "Seharusnya masuk pidana, minimal kepala teknik tambangnya dipidanakan."

“Seharusnya Pemerintah Kutai Kartanegara mencabut izin perusahaan tambang tersebut. Sedangkan biaya kerusakan yang ditimbulkan harus menjadi beban perusahaan tambang. Pemerintah tak seharusnya mengeluarkan dana dari APBD untuk memperbaiki kerusakan,” dia menegaskan.

Diberitakan, longsor terjadi di jalan yang menghubungkan Kelurahan Sari Jaya dengan Kelurahan Sanga-sanga Muara di Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Senin (4/11/2013) sekira pukul 20.00 Wita.

Longsor itu menyebabkan jalur utama di dua kelurahan itu putus total. Warga menuding, longsor terjadi akibat aktivitas tambang batubara. Tidak hanya warga Sanga-sanga yang merasakan imbasnya, Pertamina Sanga-sanga pun rugi besar karena aktivitas sumur penghasil 100 barrel minyak per hari terpaksa dhentikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Gandeng E-Commerce, Dompet Dhuafa Ajak Semua Orang Berkurban dengan Mudah

Regional
Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X