Kompas.com - 02/11/2013, 07:23 WIB
Dua nelayan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan disambut sejumlah pejabat setempat setelah dibebaskan oleh Kepolisian Australia akibat melanggar batas perairan. Jumat, (01/11/2013). KOMPAS.com / ABDUL HAQDua nelayan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan disambut sejumlah pejabat setempat setelah dibebaskan oleh Kepolisian Australia akibat melanggar batas perairan. Jumat, (01/11/2013).
|
EditorFarid Assifa

SINJAI, KOMPAS.com
 — Sebanyak 15 nelayan asal Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang ditahan oleh polisi Australia, akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Airport Darwin, Australia, Jumat (1/11/2013).

"Kita sudah menerima pembebasan dan pemulangan lima belas nelayan asal Sinjai," kata Bupati Sinjai, Sabirin Yahya, ketika menyambut kedatangan nelayan yang dibebaskan, Jumat.

Ia mengatakan, pemulangan nelayan yang dibebaskan dilakukan secara bertahap karena terkendala tiket pesawat dari Australia menuju Makassar. "Malam ini sudah tiba dua nelayan kita, dan yang lainnya akan menyusul melalui bandara di Darwin, Australia, kemudian transit di bandara Ngurah Rai Denpasar, selanjutnya ke Makassar," ungkapnya.

Bupati merasa bersyukur dan berterima kasih atas usaha yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia terkait pembebasan kelima belas nelayan Sinjai tersebut.

Sabirin juga berpesan kepada para nelayan agar kelak tidak ada lagi nelayan dari Sinjai yang ditangkap, karena itu mereka diharapkan bisa melihat batas perairan saat mencari ikan. "Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran agar tidak terulang lagi," ujarnya singkat.

Sementara itu, anggota DPRD Sinjai, Musawir, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkab Sinjai terhadap usaha pembebasan 15 nelayan Sinjai. Selanjutnya, kata dia, hari ini lima orang lainnya juga akan tiba di Makassar.

Kemudian, pada 2 November, dua orang menyusul, dan pada 3 November, 6 orang lainnya juga akan dipulangkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, 15 nelayan itu ditangkap oleh polisi Australia karena diduga menangkap ikan di perairan laut Australia pada tanggal 10 Oktober 2013 lalu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.