Kompas.com - 29/10/2013, 15:20 WIB
Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/01/2012).  KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/01/2012).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com
- Setelah dinyatakan turun statusnya dari waspada menjadi normal oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu (27/8/2013), gunung Tangkuban Parahu yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dipastikan bisa kembali dikunjungi akhir pekan ini.

Bahkan, menurut pihak pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada, Putra Kaban, sejak Senin (28/10/2013) kemarin, gunung yang terkenal dengan legenda Sangkuriang itu sudah dibuka untuk umum.

"Setelah 23 hari ditutup, kita sudah buka dari kemarin," kata Kaban saat ditemui di Cikole, Lembang, Selasa (29/10/2013).

Dibukanya TWA gunung Tangkuban Parahu sendiri ternyata disambut baik oleh para wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara. Tak hanya wisatawan, ratusan pedagang yang menggantungkan hidup dari para wisatawan gunung Tangkuban Parahu pun ikut menyambut kabar gembira tersebut.

"Dari Senin kemarin dibuka, sudah ada ratusan wisatawan mancanegara dari Malaysia, Belanda dan Eropa," ujarnya.

Ditanya soal kerugian selama ditutup, Kaban enggan membeberkannya. Menurut Kaban, kerugian yang dideritanya merupakan bagian dari risiko kepengelolaan wisata alam. Yang terpenting, kata Kaban, bagaimana menyelamatkan nyawa para pedagang dan juga wisatawan dari ancaman aktivitas gunung Tangkuban Parahu yang membahayakan. "Jelas nyawa tidak bisa dinilai dengan materi," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, gunung Tangkuban Parahu yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa letusan phreatik, Sabtu (5/10/2013) pukul 06.21 WIB pagi tadi.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) M Hendrasto mengatakan, akibat letusan gunung Tangkuban Parahu tersebut, PVMBG menaikkan status gunung wisata tersebut dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II).

"Letusan terjadi pukul 06.21 WIB, kita menetapkan status Waspada pada pukul 06.30 WIB," kata Hendrasto saat ditemui di kantor PVMBG, Kota Bandung, Sabtu. Letusan yang terjadi, kata Hendrasto, berupa sebaran abu vulkanik yang menyebar ke udara hingga radius 500 meter ke arah barat kawah pusat atau dikenal dengan kawah Ratu. "Letusannya terjadi di kawah Ratu," tegasnya.

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, PVMBG merekomendasikan kawasan gunung Tangkuban Parahu ditutup dan tidak boleh didekati pengunjung sejauh radius 1,5 kilometer dari kawah Ratu. "Direkomendasikan untuk tutup sementara, tidak boleh ada pengunjung atau pedagang yang mendekat ke kawah," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.