Kompas.com - 21/10/2013, 13:39 WIB
Para pekerja media saat berada di media center 'royal wedding' Yogyakarta, Senin (21/10/2013). KOMPAS.com/Yustinus Wijaya KusumaPara pekerja media saat berada di media center 'royal wedding' Yogyakarta, Senin (21/10/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Acara pernikahan Putri Raja Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu, dengan KPH Notonegoro yang digelar selama tiga hari mendapat perhatian banyak media. Setidaknya ada 57 media, baik nasional, lokal, maupun internasional yang meliput acara pernikahan ini.

Hal ini diungkapkan Koordinator Media Center Royal Wedding Yogya, Deni Reksa, Senin (21/10/2013) siang. Deni menjelaskan, ada 12 media dari luar negeri yang terdiri dari media elektronik dan cetak. Sementara itu, sisanya datang dari media nasional dan lokal.

Lebih lanjut, Deni memaparkan, saat ini pendaftar awal ada sekitar 400 media. Lalu jumlah media yang lolos seleksi dan boleh meliput menjadi 57. Bahkan, ada beberapa media tidak diperbolehkan meliput karena terlambat mendaftar.

Hal itu terjadi kepada dua media dari Jerman dan Hongaria. Akibat terlambat mendaftar, mereka tidak mendapatkan kartu tanda peliputan. "Karena kondisi keraton yang offer kapasitas maka pekerja media hanya bisa meliput dari media center. Sebab untuk undangan saja sampai 3.750," ungkap Deni.

"Mereka (pekerja media) bisa memahami dan membantu kesakralan prosesi. Saya lega," cetus Deni.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, acara pernikahan GKR Hayu dan KPH Notonegoro dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 21-23 Oktober 2013.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X