Bela Bupati, Warga Segel Kantor DPRD Pulau Morotai

Kompas.com - 19/10/2013, 16:58 WIB
Lagi-lagi warga Morotai Provinsi Maluku Utara menyegel kantor pemerintahan. Kali ini, kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai menjadi sasaran massa, pada Jumat (18/10/2013) kemarin. KOMPAS.com/ Anton Abdul KarimLagi-lagi warga Morotai Provinsi Maluku Utara menyegel kantor pemerintahan. Kali ini, kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai menjadi sasaran massa, pada Jumat (18/10/2013) kemarin.
|
EditorGlori K. Wadrianto

MOROTAI, KOMPAS.com - Lagi-lagi warga Morotai Provinsi Maluku Utara menyegel kantor pemerintahan. Kali ini, kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai yang menjadi sasaran massa, pada Jumat (18/10/2013) kemarin.

Mereka menyegel kantor tersebut dengan cara memalang pintu kantor menggunakan kayu balok dan paku.

Aksi ini merupakan buntut dari kekecewaan warga atas penetapan Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua dan Wenny R Paraisu sebagai tersangka dalam kasus penutupan sementara PT Morotai Marine Culture (MMC).

Awalnya, sekelompok massa yang mengatasnamakan Front Perjuangan Masyarakat Morotai mendatangi kantor DPRD menyampaikan orasi. Menurut pendemo, penutupan sementara PT MMC yang beroperasi di Pulau Ngelengele, Kecamatan Morotai Selatan Barat, merupakan kewenangan Bupati selaku Kepala Daerah.

"Oleh karena itu, seluruh warga Morotai tidak menerima status tersangka terhadap Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai oleh Polda Maluku utara," tegas Parto Sumtaki, salah satu orator.

Pendemo juga menyebutkan keberadaan PT MMC di Morotai justru merugikan warga setempat. "Jadi saat penutupan sementara PT MMC yang kemudian ada aksi perusakan, itu bagian dari kekecewaan masyarakat yang timbul secara spontanitas, kenapa harus Bupati dan Wakil yang dijadikan tersangka?" kata orator lainnya, Irwan Soleman.

Pendemo lalu mengancam akan memboikot seluruh aktivitas perkantoran di Morotai bila pemeriksaan Bupati dan Wakil Bupati sebagai tersangka dalam kasus tersebut tetap dilanjutkan.

Tak lama kemudian, jumlah massa mulai bertambah dan memadati Kantor DPRD. Mereka menyatu dengan pendemo yang awalnya hanya menggunakan satu truk lengkap sound sytem.

Massa yang datang langsung berteriak-teriak. Mereka tidak terima penetapan Bupati dan Wakil Bupati sebagai tersangka oleh Polda Malut beberapa waktu lalu. Tidak ada yang mengkoordinasi massa sebanyak itu. Tiba-tiba saja massa langsung memalang pintu Kantor DPRD dengan menyebutnya kantor DPRD disegel.

Sejumlah pegawai Sekretariat DPRD yang sementara berkantor juga diminta agar pulang dan tidak melakukan aktivitas. Massa lalu membubarkan diri dengan sendirinya setelah melakukan penyegelan kantor tersebut.

Sebelumnya, setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Malut, Bupati dan Wakil Bupati sudah menjalani pemeriksaan dengan status tersangka. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X