Kompas.com - 18/10/2013, 23:25 WIB
Dari pantauan Kompas.com pada Jumat (18/10/2013) sore, terlihat puluhan orang masih berkumpul di tenda didirikan diatas jalan, beserta truk yang mengangkut sound system. Para pengunjuk rasa membentangkan sejumlah spanduk yang berisi penolakan terhadap hasil pilkada Mimika yang dianggap cacat hukum dan mendesak dilakukan pemeriksaan terhadap Komisioner KPUD Mimika selaku penyelenggara pilkada Mimika. Alfian KartonoDari pantauan Kompas.com pada Jumat (18/10/2013) sore, terlihat puluhan orang masih berkumpul di tenda didirikan diatas jalan, beserta truk yang mengangkut sound system. Para pengunjuk rasa membentangkan sejumlah spanduk yang berisi penolakan terhadap hasil pilkada Mimika yang dianggap cacat hukum dan mendesak dilakukan pemeriksaan terhadap Komisioner KPUD Mimika selaku penyelenggara pilkada Mimika.
|
EditorKistyarini

TIMIKA, KOMPAS.com – Aksi penolakan terhadap hasil pilkada Mimika yang dilakukan oleh pendukung 9 kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika masih berlanjut di depan gerbang gedung Eme Neme Yauware, Timika.

Dari pantauan Kompas.com pada Jumat (18/10/2013) sore, terlihat puluhan orang masih berkumpul di tenda didirikan di atas jalan, juga satu truk yang mengangkut peralatan sound system.

Para pengunjuk rasa membentangkan sejumlah spanduk yang berisi penolakan terhadap hasil pilkada Mimika yang dianggap cacat hukum dan mendesak dilakukan pemeriksaan terhadap Komisioner KPUD Mimika selaku penyelenggara pilkada Mimika.

Sementara itu, di dalam gedung Eme Neme Yauware, proses perhitungan rekapitulasi suara yang dilakukan oleh panitia pemilihan tingkat distrik (PPD) Mimika Baru, masih terus berlanjut. Terlihat puluhan anggota Polres Mimika dibantu personel Brimob Detasemen B Polda Papua bersenjata lengkap masih berjaga disekeliling gedung Eme Neme Yauware, Timika.

Ditemui terpisah, Joseph Yopi Kilangin didampingi kandidat dan tim sukses dari koalisi 9 peserta pilkada yang menolak hasil pilkada Mimika mengatakan bahwa unjuk rasa yang mereka lakukan di depan gerbang gedung Eme Neme Yauware untuk menunjukkan kepada masyarakat Mimika bahwa proses pilkada yang berlangsung Kamis (10/10/2013) lalu, sudah berlangsung salah dan dilakukan dengan terencana.

“Walaupun aksi kami tak akan bisa menghentikan proses tahapan yang sedang berlangsung, tetapi biarlah masyarakat semua tahu bahwa pilkada ini telah berlangsung salah dan itu secara terencana dilakukan. Biar publik di luar sana, di provinsi dan pusat tahu bahwa pilkada ini sudah tidak benar. Itulah pesan yang kita ingin sampaikan,” ungkap Yopi.

Mewakili 9 kandidat, Yopi menuding Bupati Mimika, Abdul Muis yang maju berpasangan dengan Hans Magal telah melakukan intervensi dalam semua tahapan pilkada yang dilaksanakan oleh KPUD Mimika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pelanggaran yang dilakukan sangat terstuktur dan berlangsung sistematis, mulai dari tahapan penentuan DPT hingga pada pelaksanaan pencoblosan, dimana sejumlah perangkat birokrasi terlibat langsung dalam penggalangan massa saat pencoblosan,” jelas mantan ketua DPRD Mimika periode 2004-2009 lalu.

Bukti lain sistematisnya pelanggaran dalam pilkada Mimika, papar Yopi, adalah pemindahan lokasi TPS pada hari pelaksanaan pencoblosan, dan perubahannya hanya diketahui oleh pasangan tertentu saja.

Menurutnya apa yang dilakukan oleh KPUD Mimika jelas merupakan upaya untuk mengelabui pasangan calon yang lain serta upaya untuk memudahkan mobilisasi penggalangan suara. Yopi menegaskan dengan adanya praktik kecurangan tersistematis tersebut membuat pilkada cacat hukum dan menjadi tragedi bagi kehidupan demokrasi di Kabupaten Mimika.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.