Sepasang Kekasih Dipaksa Berhubungan Intim Lalu Direkam

Kompas.com - 14/10/2013, 17:45 WIB
Seorang anggota polisi sedang melintas didepan ruang Unit PPA Polres Kediri Kota, Jawa Timur, Senin (14/10/2013). Diruangan itu sedang berlangsung pemeriksaan dua pelaku pencabulan dan pemerkosaan. Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimSeorang anggota polisi sedang melintas didepan ruang Unit PPA Polres Kediri Kota, Jawa Timur, Senin (14/10/2013). Diruangan itu sedang berlangsung pemeriksaan dua pelaku pencabulan dan pemerkosaan.
|
EditorKistyarini


KEDIRI, KOMPAS.com — Polisi di Kota Kediri, Jawa Timur, menangkap dua orang yang memaksa sepasang kekasih untuk berhubungan intim lalu merekamnya. Saat ini kedua orang itu diperiksa di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Kediri Kota.

"Setelah ditangkap, (kedua tersangka) langsung kami limpahkan ke Polresta. Detailnya (informasi) nanti menunggu setelah pemeriksaan saja," kata Komisaris Ridwan Sahara, Kapolsek Semen, ditemui di Polres Kediri Kota, Senin (14/10/2013).

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada 9 September 2013 di kawasan hutan karet wilayah Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Namun pelakunya, SFD dan ASR, keduanya warga Mojo, Kabupaten Kediri, dan warga Blitar baru dapat ditangkap pada Senin (14/10/2013).

Saat itu, Bn dan Ca sedang memadu kasih di kawasan hutan karet. Bn masih duduk di bangku SMP dan Cahaya pelajar SMA berada di tempat itu pada pagi sekitar pukul 09.00.

Tiba-tiba lima orang, yang diketahui merupakan karyawan sebuah peternakan kuda di sekitar kebun karet itu, menghampiri keduanya. Mereka memaksa Bn dan Ca berhubungan intim dan merekam adegan itu.

Kejahatan mereka tidak berhenti di situ. Dua dari lima orang itu kemudian memerkosa pelajar SMA itu bergantian. Pasangan kekasih itu juga diancam bahwa jika mereka melapor ke polisi, rekaman video itu akan disebarluaskan.

Tak kuat menahan malu, Bn kemudian menceritakan kejadian itu kepada keluarganya, yang kemudian melaporkannya ke polisi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampai saat ini, kedua pelaku masih diperiksa di ruang Unit PPA, sementara polisi masih mencari tiga pelaku lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X