Kompas.com - 11/10/2013, 19:47 WIB
GKR Hayu dengan KPH Notonegoro saat jumpa pers di kraton Kilen terkait acara pernikahan keduanya. KOMPAS.com/Wijaya KusumaGKR Hayu dengan KPH Notonegoro saat jumpa pers di kraton Kilen terkait acara pernikahan keduanya.
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Putri Sri Sultan Hamengkubuwono Gusti Kanjeng Ratu Hayu akan mengikat janji pernikahan dengan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro pada 23 Oktober mendatang. Berbagai persiapan kini tengah dilakukan.

Bagaimana perjalanan cinta kedua calon mempelai itu?

Pertemuan mereka cukup unik, melalui grup chatting SMA Negeri 3 Yogyakarta, sekitar tahun 2000. Saat itu Hayu menempuh pendidikan di Singapura. Dia masih menjalin hubungan dengan teman-teman SMA-nya melalui sebuah grup chatting di MIRC. Notonegoro adalah salah satu moderatornya.

"Waktu itu Padmanaba (SMA 3 Yogyakarta) punya grup chatting. Dari situ kenal Mas Noto dan semakin intensif ngobrol," tutur Hayu dalam konferensi pers di Yogyakarta, Jumat (11/10/2013).

Dari komunikasi melalui grup, lama kelamaan keduanya berbincang secara pribadi. Komunikasi keduanya pun semakin intens. Dari percakapan itulah mereka baru terungkap bahwa ibunda Hayu, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dan ibunda Notonegoro berteman dekat sejak SD hingga SMA.

Hubungan mereka pun makin dekat. Bahkan ketika Hayu berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliah, GKR Hemas menitipkan putrinya kepada KPH Notonegoro yang saat itu sedang menempuh pendidikan S2 di negara itu.

Notonegoro mengungkapkan, saat Hayu berada di New York, dia membantu mencarikan asrama dan mencari kebutuhan-kebutuhan kuliah. Pertemuan yang intens itu benih-benih cinta di antara mereka pun bersemi. Notonegoro mengaku mengagumi sosok Hayu yang cerdas, mandiri, dan tidak pernah mengeluh.

" Waktu itu, Jeng Ratu (GKR Hayu) ke New York sendirian. Dia (GKR Hayu) tidak pernah mengeluh, sejak itu saya kagum. Menurut saya Jeng Ratu perempuan yang strong, independent, intelligent dan passionate," tutur Notonegoro.

Pada musim panas 2013 di Amerika Serikat, Notonegoro memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya kepada Hayu. "Saya terkesan dengan kecerdasan Jeng Hayu. Setiap kali bertukar pikiran Jeng Hayu selalu memberikan saran serta solusi yang tak pernah terpikir oleh saya. Ini yang membuat saya semakin mantap untuk memilihnya sebagai pendamping hidup," pungkasnya.

Impian sepasang kekasih ini untuk membangun rumah tangga akan segera terwujud. Prosesi pernikahan mereka yang akan dilangsungkan dari tanggal 21 hingga 23 Oktober mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X