Kompas.com - 11/10/2013, 15:07 WIB
Seismograf menunjukkan letusan kecil Gunung Tangkuban Parahu yang terjadi pada Senin (7/10/2013) pukul 12.46 WIB KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANASeismograf menunjukkan letusan kecil Gunung Tangkuban Parahu yang terjadi pada Senin (7/10/2013) pukul 12.46 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com
- Sejak aktivitas vulkanik meningkat pada Sabtu, 5 Oktober 2013, gunung Tangkuban Parahu tercatat telah meletus sebanyak 11 kali. Tiga letusan freatik terakhir yang ditunjukkan oleh gunung yang terkenal dengan legenda Sangkuriang itu terjadi pada Selasa (8/10/2013).

"Berarti sudah 11 kali letusan kecil. Sekarang sudah relatif aman tidak ada letusan lagi," kata Pejabat Pelaksana Bidang Penyelidikan dan Pengamatan Gunung Api dari Pusat Vukanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gede Suantika saat ditemui di ruangannya, Jumat (11/10/2013).

Lebih lanjut Gede menambahkan, banyaknya letusan gunung Tangkuban Parahu di tahun 2013 ini bisa dikatakan menjadi sebuah sejarah. Pasalnya, meski letusannya kecil, beberapa tahun ke belakang, gunung Tangkuban Parahu belum pernah menunjukkan aktivitas vulkanik serupa dengan jarak waktu yang dekat selama beberapa hari.

"Belum pernah sampai empat hari beruturut-turut. Letusan ini sama dengan tahun 1829, tapi itu cuma sehari saja letusannya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, selama tiga hari ke belakang, aktivitas vulkanik gunung Tangkuban Parahu yang berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat cenderung menurun. Menurut Pejabat Pelaksana Bidang Penyelidikan dan Pengamatan Gunung Api dari Pusat Vukanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika, aktivitas vulkanik terakhir berupa letusan freatik yang ditunjukkan oleh gunung Tangkuban Parahu terjadi pada Selasa (8/10/2013).

"Tanggal 8 itu meletus terakhir sekira jam 22.46 WIB malam," ujar Gede saat ditemui di kantor PVMBG di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/10/2013).

Gede menambahkan, getaran-getaran tremor yang biasanya terjadi sebelum atau pascaletusan di Tangkuban Parahu juga berangsur berkurang. "Kondisi getaran di kawah juga sudah mulai mereda," katanya.

Asap yang keluar dari dalam kawah, kata Gede, juga sudah mulai menipis. Kendati demikian, penurunan aktivitas vulkanik tersebut bukan berarti status waspada yang sekarang disematkan pada gunung Tangkuban Parahu bisa langsung diturunkan menjadi normal. Pasalnya, tim perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kekuatan vulkanik yang diduga masih tersimpan di dalam perut bumi.

"Saat ini kita masih terus melakukan pengukuran deformasi (penggelembungan gunung). Besok kita akan lakukan evaluasi untuk mengetahui statusnya tetap di waspada atau kita kembalikan ke normal," tuturnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.