Kompas.com - 10/10/2013, 09:19 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Penggunaan anggaran perjalanan dinas Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat yang tak wajar, akhirnya diakui Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya mencicil pengembalian uang negara tersebut ke kas negara. "Kami sudah mulai mengembalikan anggaran perjalanan dinas itu ke kas negara baru sebagian sebesar Rp 50 juta. Dari bupati sebesar Rp 30 juta dan dari wakil bupati sebesar Rp 20 juta," ungkap Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Tasikmalaya Wawan Sofandi, kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/10/2013).

Wawan menambahkan, pengembalian anggaran itu sesuai perintah secara tertulis dari BPK. Dalam perintah itu tidak disebutkan batas terakhir pengembalian jumlah anggaran yang seluruhnya sebesar Rp 902 juta, sebagai dana perjalanan dinas.

Namun, Wawan tetap membantah kalau seluruh jumlah anggaran itu digunakan untuk perjalanan dinas bupati dan wakilnya selama sehari. "Seluruh jumlah dana itu bukan untuk sehari, tapi akumulasi penggunaan anggaran perjalanan dinas untuk setahun pada tahun 2012. Kayaknya ada kesalahan penulisan dalam laporan BPK, memang ada kata penggunaan perjalanan dinas sehari, tapi jumlah itu akumulasi setahun, kan ada lampiran selanjutnya yang merinci jumlah penggunaan anggaran," terang Wawan.

Pernyataan Wawan berbeda dengan berkas laporan hasil pemeriksaan BPK, pada halaman satu poin dua disebutkan biaya penginapan atas perjalanan dinas luar daerah yang dilakukan hanya satu hari sebesar Rp 902 juta tidak layak dibayarkan, dan realisasi biaya perjalanan dinas sebesar Rp 119.360.000 tidak didukung bukti pertanggungjawaban yang memadai.

Hal itu diperjelas pada halaman tujuh poin dua bahwa, Sekretariat Daerah Tasikmalaya tahun anggaran 2012 telah menganggarkan Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah sebesar Rp 3, 95 miliar, dan telah digunakan pada tahun yang sama sebesar 3.91 miliar atau 99, 13 persen dari pagu anggaran yang telah ditetapkan.

Dari jumlah realisasi itu terdapat biaya perjalanan dinas bupati dan wakil bupati Tasikmalaya dalam rangka melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan dengan pemerintah lainnya sebesar Rp 1.69 miliar, serta perjalanan dinas dalam rangka menghadiri rapat dan undangan di luar daerah sebesar Rp 541 juta.

Jumlah total biaya penginapan untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan selama satu hari pada tahun anggaran 2012 adalah sebesar Rp 902 juta tanpa melakukan penginapan dan tidak layak dibayarkan sebagai perjalanan dinas.

Diberitakan sebelumnya, BPK menemukan ketidakwajaran penggunaan anggaran perjalanan dinas bupati dan wakil Bupati Tasikmalaya pada tahun anggaran 2012, yang menghabiskan uang negara sebesar Rp 902 juta dalam sehari.

Penemuan itu merupakan hasil audit BPK dalam penggunaan anggaran APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012, beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.