Kompas.com - 09/10/2013, 12:18 WIB
EditorKistyarini

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com — Warga di sekitar Gunung Tangkuban Parahu mulai menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk letusan gunung api. Hingga hari keempat penetapan status Waspada, letusan freatik masih terjadi, ditambah konsentrasi gas beracun juga terpantau tinggi di sekitar Kawah Ratu, kawah utama Tangkuban Parahu.

”Kami sudah menginstruksikan warga di empat dari tujuh desa terdekat dengan Gunung Tangkuban Parahu untuk berjaga secara bergiliran di pos siskamling. Selain memantau keadaan gunung dengan mata telanjang, sosialisasi kondisi terakhir Tangkuban Parahu dari alat di pos pengamatan selalu kami sampaikan setiap hari,” kata Vino Subriadi, Camat Ciater, Kabupaten Subang, saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu di Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (8/10/2013).

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu, terjadi sembilan kali letusan freatik pada 5-8 Oktober 2013. Letusan freatik tak bersumber dari magma, tetapi letusan yang terjadi akibat tekanan gas.

Letusan terbanyak terjadi pada 7 Oktober, sebanyak lima letusan freatik. Kemarin, kepulan asap terlihat jelas dari rumah warga yang berjarak sekitar 8 kilometer dari puncak.

Kandungan gas sulfur dioksida juga terekam tinggi 4,8 part per million (ppm)-7,5 ppm. Ambang batas berbahaya 2 ppm. Kandungan gas hidrogen sulfida terekam 2 ppm-4 ppm. Kandungan aman karena ambang batas 10 ppm.

Belum terdeteksi kandungan gas berbahaya, seperti karbon monoksida dan karbon dioksida. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari puncak.

Vino mengatakan, hal itu dilakukan karena sejumlah warga di desa terdekat mulai menanyakan kondisi Tangkuban Parahu. Desa-desa itu adalah Ciater, Palasari, Nagrak, dan Cisaat di Kecamatan Ciater.

Meski evakuasi belum perlu dilakukan, kata Letnan Kolonel Priandi, Kepala Seksi Operasi Komando Resor Militer 063/Sunan Gunung Jati, pihaknya mulai menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian bagi warga.

Kemarin, sekitar pukul 08.16, Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meletus. Ini letusan ke-26 selama Oktober ini. Letusan magmatik ini menyeburkan asap kelabu tebal hingga ketinggian 400 meter. Status gunung masih waspada sejak letusan pertama 3 Agustus 2011. Warga tetap dilarang beraktivitas di radius 3 km dari puncak.

”Aktivitas gunung cukup tinggi,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Marapi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Warseno.(che/wsi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.