Kompas.com - 03/10/2013, 12:08 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SINGKAWANG, KOMPAS.com - Niat hati seorang ibu membiayai sekolah si buah hati harus berakhir di bui, setelah dia tertangkap menjual nomor toto gelap (togel).

LTS alias Amoi (47), warga Jalan Tani, Gang Nagasari, diciduk aparat kepolisian saat sedang merekap nomor togel di rumahnya, Rabu (2/10/2013). Bahkan, Amoi sepertinya belum kapok dengan kasus serupa yang dialaminya tahun 2010 silam.

Kepala Polsek Singkawang Barat, Kompol Agus Riyanto memaparkan penangkapan tersebut. Saat ditangkap, Amoi sedang berada di rumah yang dijadikannya warung, sekaligus tempatnya menjual togel.

"Yang jelas judi itu dilarang. Walaupun alasan dia untuk biaya sekolah anaknya, tapi yang dilakukannya itu sudah melanggar hukum," ujar Kompol Agus, Kamis (3/10/2013).

Kepada wartawan, Amoi pun mengakui, bahwa apa yang dilakukan nya tersebut untuk membiayai sekolah anak bungsunya yang baru duduk di kelas 1 SMA.

Sejak suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu, Amoi harus membiayai keempat anaknya. Selain itu, lanjut Amoi, dia juga pernah menjadi tukang cuci dan buka warung, tapi hasilnya tidak seberapa.

"Kalo aku ndak jual togel bagaimana aku mau biaya anak sekolah. Mau cari makan tak ada kerjaan lain. Hasil warung tak cukup biaya anak sekolah," kata Amoi.

Dari menjual togel, Amoi mengaku bisa mendapat pemasukan Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per hari. Namun, jika ada yang beruntung mendapat togel, uang tersebut harus dipotong untuk membayar orang tersebut.

"Saya jual sendiri, saya bandar sendiri. Kalau orang tidak ada yang kena, saya untung. Tapi itu jarang, dalam sebulan paling hanya dua atau tiga kali saja orang yang tidak dapat togel. Mereka datang sendiri ke rumah beli togelnya," ujar Amoi.

"Sekarang aku pusing, siapa yang mau urus biaya sekolah anak bungsu saya. Biaya pendaftaran dia masih utang sama sekolah. Kakak-kakaknya untuk biaya makan sendiri saja tidak cukup. Mereka kerja jadi kuli bangunan, pendapatan juga tidak menentu," ungkapnya.

Saat ini Amoi masih berada dalam tahanan Polsek Singkawang Barat dan masih dalam penyidikan. Dari penangkapan Amoi, polisi menyita barang bukti uang sejumlah Rp 262.000, satu buah buku rekap togel, satu buah kalkulator, dan 26 lembar bon togel.

Amoi dikenai Pasal 303 KUHP dengan hukuman ancaman maksimal 10 tahun penjara. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.