Kompas.com - 02/09/2013, 11:27 WIB
Bupati Kolaka nonaktif, Buhari Matta, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (1/5/2013). Buhari didakwa dalam kasus korupsi jual-beli nikel Pemkab Kolaka yang merugikan keuangan negara Rp 24,183 miliar. KOMPAS/MOHAMAD FINAL DAENGBupati Kolaka nonaktif, Buhari Matta, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (1/5/2013). Buhari didakwa dalam kasus korupsi jual-beli nikel Pemkab Kolaka yang merugikan keuangan negara Rp 24,183 miliar.
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDARI, KOMPAS.com - Sidang pembacaan vonis kasus jual beli nikel kadar rendah dengan terdakwa, Bupati Kolaka nonaktif Buhari Matta di Pengadilan Negeri Kendari, Senin (2/9/2013) diwarnai aksi unjuk rasa.

Pengunjuk rasa terdiri dari puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia, (FMPHI) wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam orasinya, para pengunjuk rasa mendesak Majelis Hakim Tipikor Kendari untuk membebaskan Buhari Matta dari segala tuntutan hukum.

Pasalnya, Bupati Kolaka nonaktif tidak terbukti melakukan korupsi seperi yang dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan sebelumnya.

"Kami meminta kepada Majelis hakim pengadilan Negeri Kendari yang menyidangkan perkara dugaan korupsi, agar membebaskan bapak Buhari Matta, karena beliau tidak bersalah sesuai dengan keterangan saksi dan para ahli dalam sidang sebelum. Pak Buhari Matta merupakan korban politik yang kami duga dilakukan oleh pemerintah provinsi Sultra," teriak Hasidin di depan pengadilan Negeri Kendari.

Tuntutan vonis bebas atas Buhari Matta, menurut Hasidin sangat mendasar. Sebab sebelumnya, Majelis Hakim Tipikor Kendari telah menjatuhkan vonis bebas terhadap Atto Sukmawinata Sampetoding, Managing Direktor PT. Kolaka Mining Internasional (KMI) yang juga terdakwa dalam kasus yang sama.

"Kami mendesak majelis hakim agar tidak menerapkan keputusan yang berbeda dalam menetapkan vonis, sebab beliau (Buhari Matta) sama perkaranya dengan terdakwa sebelumnya yakni Atto. Kedatangan kami di sini untuk menuntut keadilan seperti yang telah divonis kepada Atto juga," tambah Hasidin.

Sementara itu, di ruangan sidang masih berlangsung. Sidang dimulai pada pukul 08.00WIB dihadiri ratusan simpatisan Bupati Kolaka nonaktif. Mereka terdiri dari pejabat nonjob Pemkab Kolaka dan warga setempat.

Sementara itu, sidang yang menyita perhatian warga itu dijaga sekitar 220 personel kepolisian. "Kami menurunkan personel sebanyak 220 orang yang terdiiri dari dalmas, lalu lintas dan satu SSK Brimobda Sultra. Personel itu ditempatkan di dalam ruangan sidang, dua pintu gerbang kantor pengadilan," kata Kabag Operasional Polresta Kendari, Kompol Agus Sugiarso.

Seperti diberitakan sebelumnya, Buhari Matta dan Atto ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI. Pasalnya, dua orang itu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara jual beli nikel kadar rendah. Oleh Kejagung dan Pengadilan Tipikor Kendari, dua orang tersangka tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.