Kompas.com - 02/09/2013, 11:27 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDARI, KOMPAS.com - Sidang pembacaan vonis kasus jual beli nikel kadar rendah dengan terdakwa, Bupati Kolaka nonaktif Buhari Matta di Pengadilan Negeri Kendari, Senin (2/9/2013) diwarnai aksi unjuk rasa.

Pengunjuk rasa terdiri dari puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pemerhati Hukum Indonesia, (FMPHI) wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam orasinya, para pengunjuk rasa mendesak Majelis Hakim Tipikor Kendari untuk membebaskan Buhari Matta dari segala tuntutan hukum.

Pasalnya, Bupati Kolaka nonaktif tidak terbukti melakukan korupsi seperi yang dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan sebelumnya.

"Kami meminta kepada Majelis hakim pengadilan Negeri Kendari yang menyidangkan perkara dugaan korupsi, agar membebaskan bapak Buhari Matta, karena beliau tidak bersalah sesuai dengan keterangan saksi dan para ahli dalam sidang sebelum. Pak Buhari Matta merupakan korban politik yang kami duga dilakukan oleh pemerintah provinsi Sultra," teriak Hasidin di depan pengadilan Negeri Kendari.

Tuntutan vonis bebas atas Buhari Matta, menurut Hasidin sangat mendasar. Sebab sebelumnya, Majelis Hakim Tipikor Kendari telah menjatuhkan vonis bebas terhadap Atto Sukmawinata Sampetoding, Managing Direktor PT. Kolaka Mining Internasional (KMI) yang juga terdakwa dalam kasus yang sama.

"Kami mendesak majelis hakim agar tidak menerapkan keputusan yang berbeda dalam menetapkan vonis, sebab beliau (Buhari Matta) sama perkaranya dengan terdakwa sebelumnya yakni Atto. Kedatangan kami di sini untuk menuntut keadilan seperti yang telah divonis kepada Atto juga," tambah Hasidin.

Sementara itu, di ruangan sidang masih berlangsung. Sidang dimulai pada pukul 08.00WIB dihadiri ratusan simpatisan Bupati Kolaka nonaktif. Mereka terdiri dari pejabat nonjob Pemkab Kolaka dan warga setempat.

Sementara itu, sidang yang menyita perhatian warga itu dijaga sekitar 220 personel kepolisian. "Kami menurunkan personel sebanyak 220 orang yang terdiiri dari dalmas, lalu lintas dan satu SSK Brimobda Sultra. Personel itu ditempatkan di dalam ruangan sidang, dua pintu gerbang kantor pengadilan," kata Kabag Operasional Polresta Kendari, Kompol Agus Sugiarso.

Seperti diberitakan sebelumnya, Buhari Matta dan Atto ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI. Pasalnya, dua orang itu diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara jual beli nikel kadar rendah. Oleh Kejagung dan Pengadilan Tipikor Kendari, dua orang tersangka tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.