Kompas.com - 30/08/2013, 11:45 WIB
Puluhan mahasiswa bakar foto Mahfud MD, calon Presiden RI. Mahasiswa menolak kedatangan Mahfud MD ke kampus Universitar Kanjuruhan (Unikama) Malang, Jawa Timur. Jumat (30/8/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunPuluhan mahasiswa bakar foto Mahfud MD, calon Presiden RI. Mahasiswa menolak kedatangan Mahfud MD ke kampus Universitar Kanjuruhan (Unikama) Malang, Jawa Timur. Jumat (30/8/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MALANG, KOMPAS.com - Tak kunjung ditemui oleh pihak kampus Universitas Kanjuruhan (Unikama) Malang, Jawa Timur, puluhan mahasiswa lalu membakar foto Mahfud MD. Mahasiswa tak ingin kampus Unikama dicemari oleh kepentingan politik praktis.

Foto Mahfud dibakar setelah puluhan mahasiswa melakukan demo, tak juga ditemui oleh pihak rektorat. "Bentuk protes kita mari kita bakar foto Mahfud MD ini," kata Lutfianas Zulkarnain, salah satu koordinator aksi, Jumat (30/8/2013).

Mahfud akan datang ke Malang pada Sabtu (30/8/2013) untuk menghadiri Sarasehan Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Keluarga Besar Alumni Unikama (Ikaba).

"Sarasehan itu hanya akan menjadi komunikasi politik untuk kesuksesa majunya Mahfud MD ke RI 1 pada Pilpres 2014 mendatang. Selain itu, keberadaan Ikaba juga tidak jelas. Kampus ini bukan tempat konsolidasi politik," kata Muhammad Suri, peserta aksi lainnya.

"Karena tak juga ditemui dan tak ada tanggapan dari pihak rektorat, terpaksa mahasiswa harus membakar foto Mahfud MD," tegasnya.

Sementara itu, menanggapi demo mahasiswa itu, Ketua panitia Sarasehan Nasional, Muhammad Suharto, mengatakan, kehadiran Mahfud MD, tidak ada hubungannya dengan kepentingan politik.

"Sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik. Mengundang pak Mahfud MD itu, dalam rangka penegakan hukum dan pemberantas korupsi di Indonesia. Begitu juga dengan pembicara yang lain," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Organisasi Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) yang melalukan demo itu tidak terdaftar di kampus Unikama. Tidak masuk organisasi kampus. "Kami menduga, demo ini dimotori oleh pihak lain atau dosen yang tidak puas dan berkepentingan ke kampus ini," tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X