Warga Luar Surabaya Harus Gunakan Formulir C6

Kompas.com - 28/08/2013, 19:05 WIB
Ilustrasi: Warga Desa Denatana Timur, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan suara dalam pemilihan umum kepala daerah NTT putaran kedua, Kamis (23/5/2013). Pasangan Esthon Leyloh Foenay/Paul Edmundus Tallo dan pasangan Frans Lebu Raya/Benny Alexander Litelnoni bersaing untuk menduduki jabatan Gubernur/Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018.
KOMPAS/YUNIADHI AGUNGIlustrasi: Warga Desa Denatana Timur, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan suara dalam pemilihan umum kepala daerah NTT putaran kedua, Kamis (23/5/2013). Pasangan Esthon Leyloh Foenay/Paul Edmundus Tallo dan pasangan Frans Lebu Raya/Benny Alexander Litelnoni bersaing untuk menduduki jabatan Gubernur/Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018.
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menyatakan warga luar Kota Surabaya yang menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Jatim pada Kamis (29/8/2013) harus bisa menunjukkan kartu undangan atau formulir c-6 dan kartu tanda penduduk (KTP).

Komisioner KPU Surabaya Edward Dewaruci, Rabu, mengatakan jika ada warga luar Surabaya yang dalam keadaan terpaksa karena sakit atau karena tugas atau pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, maka pemilih bisa melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) di Surabaya.

"Karena keadaan terpaksa, bisa menunjukkan C-6, yaitu panggilan dari tempat asal," ujarnya.

Untuk penggunaan KTP dalam memberikan hak pilihnya hanya bisa dilakukan di TPS sekitar tempat tinggalnya dan yang bersangkutan belum tercatat dalam daftar pemilih. "Kalau pakai KTP harus di TPS tempat keluarnya KTP," katanya.

Berdasarkan data KPU Surabaya, jumlah pemilih di Surabaya  pada Pilkada Jatim kali ini sebanyak 2.019.200 orang. Jumlah tersebut mengalami perubahan setelah dilakukan verifikasi dan rekapitulasi.

Namun, ia memastikan untuk daftar pemilih tidak ada persoalan karena rekapitulasi di KPU Jatim pada 19 Agustus lalu ada perubahan tambahan sebanyak 733 orang.

Sementara itu, Komisioner KPU Surabaya lainnya Choirul Anam menambahkan terdapat sekitar 13.000 kertas suara yang rusak dalam Pilgub Jatim ini, namun kertas suara yang rusak tersebut sudah dikembalikan ke KPU Jatim lengkap dengan berita acaranya. "Kertas suara sudah dikembalikan jadi tidak jadi dibakar," katanya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X