Dikeroyok akibat Ajak Menginap Istri Kedua ke Rumah Mantan Mertua

Kompas.com - 22/08/2013, 20:58 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com — Saiful Huda (58) awalnya berniat baik. Warga Desa Domasan, Kecamatan Kalidawir, itu bersilaturahim ke rumah mantan mertuanya, Asrori, di Dusun Kalipakis Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

Namun, silaturahim itu berujung pengeroyokan Asrori bersama-sama kerabatnya, Minhaji (40) dan Imam Royani (32), terhadap Saiful Huda.

Kapolsek Ngantru AKP M Ilyas pun menjebloskan ketiga pengeroyok itu ke Lapas Tulungagung, Kamis (22/8/2013).

Menurut Kapolsek, Saiful Huda dulu menikahi anak Asrori, Sri Hariati (50), dan membangun rumah di atas tanah milik Asrori. Mereka pun hidup rukun hingga dikaruniai dua anak. Namun, karena ada ketidakcocokan, mereka sepakat bercerai.


Setelah bercerai, Sri Hariati lantas pergi ke luar negeri untuk bekerja sebagai buruh migran, sedangkan Saiful Huda menyingkir dan menikah lagi dengan Asrikah (52). Rumah gono-gininya lantas ditempati dua anak mereka dan seorang keponakannya.

Masalahnya, Saiful Huda mengajak istri keduanya, Asrikah, saat bersilaturahim ke rumah mantan mertuanya sekaligus menengok dua anak yang tinggal di rumah tersebut.   

Kapolsek menyebutkan, Saiful Huda dan istri keduanya lantas menginap di rumah yang dulu dibangun bersama istri pertamanya di atas tanah milik Asrori.

Lantaran kamarnya tak cukup, Saiful Huda meminta anak-anaknya untuk sementara tidur di rumah kakeknya, Asrori, sementara Saiful menginap di rumah itu dengan istri keduanya di rumah itu.

"Rupanya, dua anaknya itu merasa diusir dari rumah yang dibangun di atas tanah milik kakeknya," kata Kapolsek Ilyas.

Peristiwa itu memicu amarah Asrori yang juga menganggap cucunya disuruh menyingkir. "Asrori kemudian menyeret korban, Saiful Huda, ke luar rumah. Pada saat bersamaan, dua kerabatnya, Minhaji dan Imam, datang dan ikut menganiaya korban," kata Kapolsek Ilyas.

Pengeroyokan itu pun jadi tontonan warga sebelum berhasil dilerai. Ketiga pengeroyok baru berhenti setelah Saiful Huda pingsan, dan kemudian dirawat di RS Bhayangkara.

"Ketiga pengeroyok kami jerat Pasal 170 KUHP, ancaman hukumannya tujuh tahun penjara," kata Kapolsek Ilyas. (yul)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorKistyarini
Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X