Kompas.com - 18/08/2013, 21:44 WIB
Franciesca Yofie alias Sisca dalam salah satu foto koleksi pribadi yang diunggah di akun jejaring sosial Facebook-nya. Dokumentasi Franciesca Yofie via FacebookFranciesca Yofie alias Sisca dalam salah satu foto koleksi pribadi yang diunggah di akun jejaring sosial Facebook-nya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BANDUNG, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta agar polisi tak buru-buru menggelar sidang etik terhadap Komisaris Polisi (Kompol) Albertus Budi Harto. Kompolnas meminta sidan itu dilakukan setelah diselesaikannya proses penyidikan dan penyelidikan kasus pembunuhan Franciesca Yofie (34).

"Jangan terburu-buru melakukan sidang etik sebelum proses sidik lidik kasus Sisca selesai. Selidiki dan dalami dulu tindak pidana umum ini sampai tuntas. Jika sudah tuntas, barulah boleh melaksanakan sidang etik kepada Kompol A," kata Komisioner Kompolnas M Nasser saat dihubungi Kompas.com, Minggu, (18/8/2013).

Menurutnya, kasus Sisca belum sepenuhnya selesai. Sementara itu, Polrestabes Bandung terburu-buru menyimpulkan bahwa kasus ini murni tindak pencurian dengan kekerasan. "Penyelidikan belum sempurna karena masih banyak pertanyaan yang harus dijawab," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini muncul banyak pertanyaan dari masyarakat tentang rentetan kronologi yang diungkapkan pelaku dan polisi. Ia juga menilai janggal tentang rambut Sisca yang tersangkut gir sebagaimana diakui pelaku hingga menyebabkan korban terseret. Ia berpendapat, jika rambut Sisca itu masuk gir, maka motor tidak akan melaju.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X