Kompas.com - 15/08/2013, 13:42 WIB
Barang bukti berupa sepeda motor jenis Suzuki Satria R dengan plat nomor D 4774 CT yang dipakai pelaku A (34) dan W (39) yang digunakan ketika menyeret Franciesca Yofie di Cipedes, Bandung, Senin (5/8/2013). Sepeda motor itu kini diamankan di Polrestabes Bandung. KOMPAS.COM/RIO KUSWANDIBarang bukti berupa sepeda motor jenis Suzuki Satria R dengan plat nomor D 4774 CT yang dipakai pelaku A (34) dan W (39) yang digunakan ketika menyeret Franciesca Yofie di Cipedes, Bandung, Senin (5/8/2013). Sepeda motor itu kini diamankan di Polrestabes Bandung.
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Tewasnya Kepala Cabang PT Verena Multi Finance, Bandung, Jawa Barat, Fransisca Yofie (34), masih menyisakan pertanyaan warga yang tinggal di sekitar lokasi terbunuhnya wanita cantik tersebut. Mereka menilai banyak hal tak masuk akal yang disampaikan dua tersangka itu.

”Saya lihat waktu kejadian, korban (Fransisca) diseret pelaku yang membonceng di belakang dengan menggunakan helm putih. Tangan kiri memegang kepala korban, seperti menjambak rambut, dan korban tak lagi berteriak meminta pertolongan. Saya mengikuti sampai lokasi dan pelaku terlihat mengayunkan golok,” ujar Rano (29), warga Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Bandung, yang minta namanya disamarkan, Rabu (14/8). Saat itu, Rano tengah berdiri di dekat gang dan menyaksikan pelaku di atas motor menyeret korban sambil melintas di depannya.

Sebagaimana diberitakan, pada Senin malam Fransisca yang baru pulang dari kantor dan akan masuk ke halaman kos disergap tersangka Wawan (39) dan Ade (24). Keduanya kemudian menyeret korban dari atas motor. Mereka sebelumnya membacok korban dan mengenai bagian kepala sehingga robek.

Namun, dari keterangan keduanya di depan polisi, mereka tidak menyeret Fransisca. Justru rambut korban yang panjang terjerat pada gir motor sehingga korban terseret hampir satu kilometer dari lokasi penyergapan ke lokasi pembuangan korban di dekat Lapangan Abra di Jalan Cepedes Tengah. Motif mereka sementara hanya ingin mencuri dengan kekerasan.

Tak tersangkut di gir

Warga Cipedes, Yanto (40), juga menolak keterangan pelaku. Sebab, selain dirinya yang melihat korban diseret, ada juga kusir delman yang melihat sepeda motor warna biru putih melaju kencang dengan penumpang menyeret korban. ”Mang Adang, warga Majalaya, juga melihat orang diseret, tetapi dia kira boneka,” kata Yanto (40).

Asih, warga Cipedes yang rumahnya sekitar lima meter dari lokasi pembunuhan, juga ragu dengan keterangan tersangka. ”Menurut saya, yang orang bodoh, kalau kata tersangka rambut korban menyangkut di gir sepeda motor, ya, tidak mungkin. Masa sepeda motor bisa jalan jika ada rambut tersangkut. Motor pasti berhenti,” ujarnya. Dia menduga pelaku orang suruhan karena sudah menyiapkan golok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Isma, warga Cipedes, juga menilai janggal apabila motif pembunuhan adalah pencurian, tetapi barang berharga korban tetap utuh. ”Kami ini tidak diminta keterangan polisi, hanya pers yang nanya-nanya,” ujarnya.

Sementara itu, polisi tetap bersikeras niat awal kedua tersangka hanya mencuri. Mereka terpaksa membunuh karena korban melawan. Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkan, oknum yang terlibat skandal terancam dicopot. (sem)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.