Kompas.com - 12/08/2013, 09:29 WIB
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Kedua tersangka pembunuh Franciesca Yofie, A dan W, memberikan keterangan berbeda tentang tujuan mereka mengendarai sepeda motor pada Senin petang yang berbuntut pada terbunuhnya Sisca. Hal itu diungkap Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno, Minggu (11/8/2013) malam.

Dalam pengakuannya, A mengatakan tujuan mereka keluar dari rumah adalah mengambil proposal perayaan Hari Kemerdekaan RI untuk permohonan bantuan dana di Ciwaringin. "Pas mau pergi, A ngaku mau ambil proposal," kata Sutarno.

Namun, W memberikan keterangan berbeda soal itu. "W ini bilang engga gitu (tidak sama dengan A). W ngakunya cuma ngajak pergi ke depan saja," katanya.
 
"Ini jelas jadi pertanyaan. Tapi nanti bisa ketemulah, apa yang sebenarnya terjadi," ungkapnya.

Yang juga masih didalami adalah alasan W membawa golok. "Jawaban pelaku masih simpang siur saat ditanya kenapa bawa golok. Jawabannya masih berubah-ubah," katanya.

Dugaan sementara, kata Sutarno, W sudah merencanakan pencurian. "Sepertinya W ini sudah niat untuk mencuri. Mungkin W sudah punya niat sejak dari rumah, tapi A enggak tahu," urainya.

"Mungin dia tidak berniat mencuri tas Sisca itu, mungkin ada mangsa lain selain Sisca. Tapi karena kebetulan, ada mangsa di depannya, ya diembat, padahal mungkin bukan itu sasarannya. Mungkin mangsanya siapa saja yang ketemu di jalan, kan gitu. Teorinya begini, orang berbuat kejahatan karena ada kesempatan," papar Sutarno.

Sebelumnya diberitakan, keterangan kedua pelaku tentang peristiwa itu sama. Peristiwa terbunuhnya Sisca berawal ketika W mengambil tas Sisca dari dalam mobil, sementara Sisca tengah membuka pintu gerbang rumah kosnya.

Menurut kedua pelaku, Sisca melawan hingga akhirnya terseret sepeda motor. Luka bacok di kepala Sisca merupakan akibat dari usaha W untuk memotong rambut korban yang terlilit sepeda motor.

Kepolisian Bandung berhasil membekuk dua tersangka pembunuh Franciesca Yofie. Salah satu di antaranya, A, menyerahkan diri karena selalu dihantui kejadian itu. Adapun pelaku lainnya, W, ditangkap di Ciranjang, Cianjur, Minggu siang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.