Kompas.com - 11/08/2013, 11:48 WIB
Ilustrasi: Polisi menjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang kehabisan solar bersubsidi di Jalan Jakarta, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/4/2013). Kuota solar bersubsidi di SPBU ini dikurangi oleh pemerintah dari 40.000 liter per hari menjadi 16.000 liter per hari. Akibatnya, banyak truk di pelabuhan yang tidak dapat mengisi solar. KOMPAS/HARRY SUSILOIlustrasi: Polisi menjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang kehabisan solar bersubsidi di Jalan Jakarta, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/4/2013). Kuota solar bersubsidi di SPBU ini dikurangi oleh pemerintah dari 40.000 liter per hari menjadi 16.000 liter per hari. Akibatnya, banyak truk di pelabuhan yang tidak dapat mengisi solar.
|
EditorKistyarini

KOLAKA, KOMPAS.com - Hari ini ratusan nelayan tradisional di Kolaka, Sulawesi Tenggara tidak dapat melaut. Sebab, sejak sehari sebelum perayaan hari raya Idul Fitri, mereka sudah sulit mendapatkan bahan bakar minyak.

"Biasanya sehari setelah lebaran kita sudah turun melaut, tapi ini tidak sama sekali. Solar susah kita dapatkan Pak. Sehari sebelum lebaran saja itu sudah tidak ada, apalagi hari ini, kami berharap adanya pasokan solar pasca lebaran ini agar kami bisa melaut," kata Supri, nelayan dari Desa Muara Lapapao kepada Kompas.com, Minggu (11/08/2013).
 
Dia menambahkan bahwa momen pasca-Lebaran biasanya dijadikan momen mendapat keuntungan yang besar.

"Biasanya sehari setelah Lebaran itu banyak warga yang cari ikan segar. Makanya kalau setelah Lebaran kami langsung melaut, apalagi warga yang mau liburan sambil bakar ikan itu rata-rata cari ikan yang segar. Bisa dikatakan momen pasca-Lebaran ini berkah untuk kami. Tapi mau bagaimana lagi kalau solar tidak ada. Kami juga tidak bisa memaksakan kehendak kalau sudah seperti ini, dan kami cuma bisa berharap agar segera ada pasokan," keluh Supri.
 
Keluhan serupa juga dirasakan oleh para nelayan di kampung nelayan Kolaka, tepatnya di Jalan Dermaga, Kolaka. Mail, seorang pemilik kapal, menyesalkan kurangnya antisipasi pasokan bahan bakar minyak pasca lebarana.

"Harusnya itu sudah bisa diantisipasi ketersediaan solar. Contohnya di sentra pengisian BBM khusus nelayan di dermaga, biasanya full, tapi ini dalam kondisi kosong. Akhirnya nelayan disini coba beli diluar tapi juga tidak ada. Di SPBU pun kosong," tegasnya.
 
"Informasi yang saya dengar itu bertepatan dengan tanggal merah jadi tidak ada aktivitas. Saya rasa, harapan kami sama dengan teman-teman nelayan yang lain. Yaitu adanya bentuk perhatian dari pihak terkait terhadap masalah ini," harapnya.
 
Kekecewaan para nelayan semakin nampak dengan menjamurnya penjual solar eceran disudut-sudut kota Kolaka. "Sebenarnya masih ada solar yang dijual, tapi harganya sudah mahal. Itu banyak dipinggir jalan kota, tapi kan tidak mungkin kami membeli harga yang mahal. Bayangkan satu liter itu bisa sepuluh ribu rupiah, bahkan lebih. Kalau kami beli pasti rugi," cetusnya.
 
Hari ini dengan tidak tersedianya bahan bakar minyak jenis solar berdampak pada kelangkaan ikan laut di Kolaka. Terpaksa warga beralih mengonsumsi ikan segar air tawar. Contohnya ikan bandeng.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.