Kompas.com - 04/08/2013, 10:54 WIB
Polisi berjaga di Lapas Tulungagung. Harian Surya/ YuliPolisi berjaga di Lapas Tulungagung.
Penulis Icha Rastika
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.COM - Sebanyak enam narapidana dipindahkan setelah kerusuhan berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (8/3/2013) malam. Keenam tahanan yang dianggap sebagai aktor kericuhan itu dipindahkan ke sejumlah Lapas lain, yakni Lapas Blitar, Lapas Kediri, dan Lapas Malang.

"Dua ke Lapas Blitar, dua ke Lapas Kediri, dan dua ke Lapas Malang," kata Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Akbar Hadi melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Minggu  pagi.

Menurut Akbar, salah satu narapidana yang dipindahkan tersebut adalah Ibrahim, seorang napi yang pernah berbuat kerusuhan saat proses persidangan di pengadilan negeri. Sementara lima narapidana lainnya, belum disebutkan identitasnya.

Akbar juga mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan tersebut. Kepala Lapas Tulungagung, katanya, sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI sehingga akibat yang lebih buruk dapat dicegah.

Menurutnya, kericuhan di Lapas Tulungagung berawal saat seorang narapidana kasus narkotika bernama Yudi ketahuan petugas menggunakan ponsel pada Rabu. Yudi pun diberi sanksi isolasi oleh petugas. Kemudian, kata Akbar, pada saat yang bersangkutan menjalani hukuman disiplin di kamar isolasi, ada pergerakan dari narapidana lain yang membela Yudi. Lantas pada Sabtu, Yudi dikeluarkan dari ruangan isolasi.

"Kondisi Sabtu pagi sampai sore menjelang malam masih aman," tambah Akbar. Namun pada saat pelaksanaan salad taraweh, lanjutnya, tiba-tiba seorang napi kriminal memukul namu lain dan memincu yang lainnya untuk berbuat rusuh. Sejumlah narapidana sempat mendobrak pintu gerbong blok hunian dan portir II saat kericuhan terjadi. Portir II pun berhasil dirobohkan namun narapidana gagal keluar Lapas karena tertahan di pintu portir I.

"Mereka tertahan di pintu portir I karena pintu tersebut sukar didobrak," tutur Akbar.

Selain portir I yang sukar dibuka, katanya, para petugas kepolisian sudah bersiaga di depan pintu portir I sehingga mencegah para narapidana melarikan diri di tengah kericuhan. "Napi tertahan, kemudian dilakukan negosiasi, akhirnya napi yang tidak berkepentingan bisa kembali ke blok masing-masing," tambah Akbar. Kini, lanjutnya, kondisi Lapas Tulungagung sudah terkendali dan aman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X