Kompas.com - 29/07/2013, 12:10 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.
|
EditorFarid Assifa

KOLAKA, KOMPAS.com — Bangunan rumah susun sederhana (rusunawa) yang ada di pinggir Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara, kini kondisinya sudah tidak terawat lagi.

Bangunan yang dibuat tiga tahun lalu dengan dana dari APBN sebesar Rp 25 miliar ini tampak kumuh. Bahkan di sejumlah sudut bangunan sudah terlihat adanya retakan.

Kepala Dinas PU Kolaka Muh Natsir mengatakan, hingga saat ini baru delapan kepala keluarga yang tinggal di tempat tersebut.

"Itu sudah lebih tiga tahun rampung, memang ada beberapa permasalahan yang dihadapi. Misalnya hingga saat ini sarana air bersih, segala perlengkapan sudah rampung, tinggal menunggu kesiapan dari PDAM. Tapi PDAM tidak mau mengerti atau tidak mau kerja sama," beber Natsir, Senin (29/7/2013).

Dia juga menambahkan, masyarakat Kolaka memiliki gengsi yang tinggi untuk tinggal di tempat seperti itu.

"Banyak yamg mengira kalau tinggal di situ gratis, padahal bayar, tapi rendah hanya sekitar Rp 300 ribu per bulan. Memang warga kita juga gengsi tinggal di situ, makanya kita pasang pengumuman dan iklan untuk mereka yang mau tinggal. Listriknya sudah ada dan pakai yang elektrik," katanya.

Menurut Natsir, kondisi bangunan yang sudah mulai retak dan berlumut ini masih cukup aman untuk ditinggali.

"Walaupun sudah retak, bangunan itu masih aman untuk ditinggali. Kapasitas mencapai ratusan orang di atas itu," tambahnya.

Namun, warga menilai rusunawa ini hanyalah pemborosan anggaran. Salah seorang warga, Amrin, mengatakan, keberadaan bangunan tersebut hanya akan dimanfaatkan pihak tertentu.

"Sangat besar jumlah materinya yang mencapai puluhan miliar, tapi ini tidak berguna. Siapa juga yang mau tinggal di situ, tidak ada listrik, air bersih, dan sudah mau roboh. Ini yang harus diusut," ucapnya dengan kesal.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, memang kondisi bangunan tersebut tidak terawat lagi dan tampak kumuh, bahkan sudah retak dan banyak fasilitas yang rusak parah. Delapan kepala keluarga yang tinggal di tempat tersebut harus meminta air bersih kepada penduduk sekitar. Padahal selain menggunakan APBN lebih dari Rp 25 miliar, bangunan ini juga dibantu dana APBD sekitar Rp 500 juta.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.