Pemkot Makassar Perbolehkan Mobil Dinas Dipakai Mudik

Kompas.com - 26/07/2013, 13:20 WIB
|
EditorFarid Assifa
MAKASSAR, KOMPAS.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali memperbolehkan pejabatnya membawa mobil dinas untuk mudik Lebaran. Mobil dinas yang menggunakan pelat merah bisa diubah menjadi pelat hitam.

Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Makassar Hamzah Bakri yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (26/7/2013), mengatakan, dari tahun-ke tahun, mobil dinas Pemkot Makassar diperbolehkan digunakan oleh pejabatnya untuk mudik Lebaran. Hanya, kupon BBM jenis pertamax tidak diberikan.

"Kalau dari tahun ke tahun, mobil dinas bisa digunakan untuk mudik. Tapi, yang jelas, tidak diberikan kupon bensin, apalagi jatah kupon bensin cepat habis setiap bulannya. Jika habis, ya pejabatnya harus menggunakan BBM pribadi," katanya.

Saat ditanya aturan mobil dinas berubah pelat merah jadi pelat hitam bisa menggunakan BBM bersubsidi jenis premium, Hamzah enggan berkomentar. Ia malah meminta PT Pertamina agar tidak mengisikan BBM premium kepada mobil dinas saat hendak mudik Lebaran.

"Yang pasti, Pertamina mesti tegas untuk tidak melayani kendaraan dinas untuk pembelian BBM bersubsidi," tandas Hamzah.

Sementara itu, Senior Supervisor External Relation PT Pertamina Marketing Operation Region VII Sulawesi, Rosinah Nurdin, kepada Kompas.com mengatakan, pihaknya telah menempelkan stiker di SPBU agar mobil dinas berpelat merah tidak menggunakan premium.

"Kami sudah menempelkan stiker di SPBU agar mobil dinas tidak menggunakan premium saat mudik Lebaran. Demikian juga meminta kepada pihak SPBU agar tidak mengisikan BBM jenis premium di mobil berpelat merah," katanya.

Mengenai banyaknya mobil dinas memakai pelat hitam, Rosinah mengaku tidak mengetahuinya. Dia pun berharap pemerintah mengawasi mobil dinas agar tidak memakai pelat hitam sehingga tidak mengelabui SPBU.

"Yang jelas susah terdeteksi mana mobil dinas atau bukan jika berpelat hitam. Ya, kami berharap pihak terkaitlah yang mengatasi masalah itu. Sebab, kami tidak punya kewenangan untuk itu," paparnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Kasus WNA Masuk Indonesia di Tengah Wabah Corona, TKA China di Ketapang hingga Bintan Dipulangkan

Regional
Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Fakta Dibongkarnya Makam Pasien Positif Corona, Warga Bunyikan Kentongan, Bupati Turun Tangan

Regional
Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Duduk Perkara Penolakan Pemakaman Pasien Covid-19 di Banyumas, Bupati Minta Maaf dan Pimpin Pembongkaran Makam

Regional
Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Keluarga Pasien Corona: Kenapa Kamu Larang Saya Keluar, Nanti Saya Bakar Sekalian Rumah Ini

Regional
Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Dua Warga Pemalang Positif Corona, Punya Riwayat Pernah ke Semarang dan DIY

Regional
Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Menyoal Kedatangan 316 WNI dari Italia, Dinyatakan Sehat Setelah Karantina di Kapal dan Rapid Tes di Bali

Regional
5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

5 Fakta Siswi SMK Diperkosa 7 Temannya, Terbongkar dari Ancaman Pelaku di Ponsel, Korban Alami Trauma

Regional
Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Oknum PNS Ditangkap Polisi Gara-gara Gadaikan 26 Mobil Sewaan

Regional
Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Purwakarta Batasi Hilir Mudik Kendaraan AKDP dan Bolehkan Angkot Tetap Beroperasi

Regional
Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Regional
'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

"Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

Regional
Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Regional
RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X