Kompas.com - 22/07/2013, 15:32 WIB
Personel polisi menjaga ketat ruang jenazah RS Bhayangkara, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (22/7/2013). Di ruang itu disimpan dua jenazah yang diduga teroris. Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimPersonel polisi menjaga ketat ruang jenazah RS Bhayangkara, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (22/7/2013). Di ruang itu disimpan dua jenazah yang diduga teroris.
|
EditorFarid Assifa

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com — Empat terduga teroris yang disergap —dua di antaranya tewas ditembak— tim Detasemen Khusus 88 di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013), berasal dari jaringan Poso. Mereka telah dikuntit petugas selama hampir 3 bulan.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Unggung Cahyono mengatakan, selama pelariannya itu, mereka terus berpindah–pindah tempat. Mulai dari Surabaya hingga beberapa daerah lain di Jawa Timur, seperti Lamongan, Magetan, serta terakhir adalah Tulungagung.

Selama pelariannya itu mereka tidur di pom bensin hingga mushala.

"Kalau di Tulungagung ini, baru Sabtu kemarin mereka datang dan terus diawasi gerak-geriknya oleh petugas," kata Unggung yang datang langsung ke lokasi penyergapan di sebuah warung makan di Jalan Pahlawan, Kedungwaru, Tulungagung.

Unggung menambahkan, dua teroris berasal dari Medan, dan dua lainnya berasal dari Tulungagung. Keterlibatan warga Tulungagung ini, menurutnya, hanya sebagai penunjuk jalan serta pelaku penyembunyian para teroris.

Sebelumnya, diberitakan, Densus 88 menyergap empat teroris di Tulungagung sekitar pukul 08.45 pagi tadi. Dua teroris tewas di tempat dan dua lainnya terluka pada bagian kaki.

Dua terduga teroris yang tewas adalah Dayah dan Reza yang berasal dari Medan, sedangkan korban luka adalah Mugi Hartanto dan Sapari yang sempat coba melarikan diri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan informasi, Sapari merupakan warga Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, yang menjabat sebagai staf Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Desa Penjor. Sementara itu, Mugi Hartanto adalah warga Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo, yang bekerja sebagai guru honorer. Saat ini keduanya dibawa ke Mapolda Jawa Timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X