Kompas.com - 22/07/2013, 11:57 WIB
|
EditorFarid Assifa
GORONTALO, KOMPAS.com — Gorontalo tengah mengalami krisis tenaga jaksa. Tercatat hanya ada 65 orang jaksa yang tersebar di provinsi itu. Jumlah sekecil itu harus menangani 106 perkara hukum di Gorontalo.

Data jumlah tenaga jaksa tersebut dilansir Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo dalam konferensi pers sehubungan dengan Hari Ke-53 Bhakti Adhyaksa yang jatuh pada hari ini, Senin (22/7/2013).

Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Djoko Widodo SH merinci, dari 65 jaksa, 29 di antaranya bertugas di Kejati, sementara sisanya tersebar di lima Kejaksaan Negeri (Kejari) yang ada di Provinsi Gorontalo.

Jumlah jaksa paling sedikit terdapat di Kejari Tilamuta, yaitu empat orang saja. Sementara beban kerja terberat dipikul Kejari Limboto yang harus menangani 25 kasus per bulan dengan hanya mengandalkan tenaga enam orang jaksa.

“Kadang perkara suatu bidang dikerjakan oleh jaksa yang tidak membawahi bidang itu. Misalnya perkara-perkara Pidsus (Bidang Pidana Khusus) dikerjakan oleh jaksa bidang Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara),” ungkap Djoko.

Kekurangan jumlah jaksa ini membuat pihak Kejati dan Kejari di Gorontalo kerepotan. Kejari Gorontalo, misalnya, kesulitan menangani kasus dugaan korupsi Al Quran karena mereka hanya memiliki dua orang jaksa Pidsus, sementara kasus ini memiliki banyak rentetan yang harus diselesaikan satu per satu.

Selain korupsi Al Quran, terdapat beberapa kasus besar lain yang ditangani Korps Adhyaksa Gorontalo, seperti dugaan korupsi Rp 5,4 miliar dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang melibatkan mantan Gubernur Fadel Muhammad; penyalahgunaan dana Perjalanan Dinas fiktif; penyalahgunaan dana Bantuan Sosial; penyalahgunaan dana pengadaan alat-alat kesehatan; dan penyerangan stasiun TVRI Gorontalo oleh sekelompok orang.

Djoko yang baru bertugas di Gorontalo sejak dua bulan lalu itu menuturkan, penyebab kurangnya jumlah jaksa di Gorontalo lebih disebabkan karena sedikitnya jumlah jaksa yang merupakan putra daerah setempat. Kebanyakan jaksa berasal dari luar daerah.

“Mereka jika sudah memasuki masa dinas tertentu suka minta dimutasikan ke daerah asal. Dan itu tidak bisa dilarang,” kata Djoko.

Kajati mengatakan, pihaknya akan mengusulkan penambahan jumlah jaksa di Gorontalo kepada Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung. Jaksa-jaksa ini akan diambil dari lulusan pendidikan jaksa dan akan langsung ditugaskan di masing-masing Kejari yang membutuhkan.

“Jumlahnya akan tergantung kebutuhan masing-masing Kejari. Sementara jaksa yang ada sekarang saya harapkan tetap semangat bekerja,” tutup Djoko.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.