Kronologi Ledakan Bom di Polsek Rajapolah

Kompas.com - 20/07/2013, 15:26 WIB
Halaman depan Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, yang dilempar bom rakitan masih diperiksa tim Gegana Polda Jawa Barat, Rabu pagi. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAHalaman depan Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, yang dilempar bom rakitan masih diperiksa tim Gegana Polda Jawa Barat, Rabu pagi.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) Komisaris Besar (Kombes) Pol Martinus Sitompul menjelaskan kronologi ledakan bom rakitan di Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, pada Sabtu (20/7/2013) sekitar pukul 01.45 WIB.

Saat itu, dua orang pria berboncengan dengan menggunakan motor Yamaha Mio merah dari arah Kabupaten Ciamis masuk ke Mapolsek Rajapolah dan berhenti di halaman depan Mapolsek. Pria yang dibonceng terlihat membawa kantong keresek hitam. Setelah kedua pria itu turun, salah seorangnya kemudian meletakkan bungkusan keresek warna hitam itu tepat di dekat dinding halaman Mapolsek Rajapolah.

"Setelah menyimpan kantong keresek itu, pelaku tidak bergegas pergi. Kedua pelaku sempat berdiam dulu dan mengobrol di tempat itu," terang Martinus saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/7/2013).

Lima menit kemudian, lanjut Martinus, kedua pelaku bergegas pergi meninggalkan halaman Mapolsek Rajapolah menuju Tasikmalaya, lalu 10 menit kemudian, tiba-tiba kantong keresek itu mengeluarkan bunyi ledakan yang sangat keras.

"Suaranya seperti ledakan ban truk pecah. Awalnya, polisi tidak menyangka bahwa suara itu bersumber dari kantong plastik itu. Setelah dicek, suara ledakan berasal dari kantong keresek yang dibawa pelaku itu. Ternyatam kantong keresek itu berisi bom rakitan," ungkapnya.

Menurut Martinus, berdasarkan pantauan polisi, dari barang bukti bom yang telah meledak itu, salah satu bahan bakunya adalah panci presto. Saat meledak, panci itu pun terpental sejauh 30 meter. Belum diketahui motif pelemparan bom rakitan oleh orang tidak dikenal itu.

Polisi hingga kini masih menyelidiki motif pelemparan bom rakitan ini. Saat ini, pelaku masih buron. "Kita masih menyelidiki," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bom rakitan meledak di halaman Markas Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, pada Rabu (20/7/2013) dini hari. Sebelum meledak, bom yang dibungkus keresek hitam itu disimpan dua pria di dekat dinding kantor Polsek Rajapolah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi suara ledakan terdengar cukup keras.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X