Data BLSM Janggal, Warga Datangi BPS

Kompas.com - 17/07/2013, 06:14 WIB
Sejumlah warga Dusun Sriyasan Desa Wringin Putih Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang mendatangi Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (16/7/2013). Mereka mempertanyakan data penerima BLSM yang dinilai janggal dan tidak tepat sasaran. KOMPAS.com/Ika Fitriana Sejumlah warga Dusun Sriyasan Desa Wringin Putih Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang mendatangi Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (16/7/2013). Mereka mempertanyakan data penerima BLSM yang dinilai janggal dan tidak tepat sasaran. KOMPAS.com/Ika Fitriana
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MAGELANG, KOMPAS.com — Sejumlah warga Dusun Sriyasan, Desa Wringin Putih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, mendatangi Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, Selasa (16/7/2013). Mereka mempertanyakan dan meminta penjelasan terkait dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang dinilai janggal.

"Ada seseorang atas nama Raswi yang menerima BLSM, padahal dia bukan warga kami," ungkap Dul Syukur, Kepala Dusun Sriyasan, memberikan contoh kejanggalan data tersebut. Dia menyebutkan, ada 45 nama warga Dusun Sriyasan yang mendapat dana kompensasi kenaikan harga BBM itu, termasuk Raswi tersebut, sedangkan 13 nama kepala keluarga yang dinilai layak menerima justru tak masuk daftar.

"Berdasar hasil musyawarah desa, kami memberikan BLSM yang dikembalikan kepada yang berhak, itu pun baru empat orang, nominalnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing," papar Dul. Itu pun, imbuh dia, masih banyak janda-janda yang tak punya rumah yang juga semestinya layak mendapat BLSM tetapi tak kebagian dana tersebut.

Menurut Dul, kartu BLSM atas nama Raswi diketahui juga dipakai untuk mencairkan dana bantuan itu oleh pihak lain. Pelakunya adalah seorang oknum perangkat desa. Perbuatan itu ketahuan dan oknum bersangkutan dipaksa mengembalikan dana yang sudah dia ambil kepada kepala dusun untuk kemudian dibagikan pada yang benar-benar berhak.

Sudah sesuai

Kepala BPS Kabupaten Magelang Sri Handayani menjelaskan, data penerima BLSM diambil dari pendataan yang dilakukan pada Maret-Juli 2011. Data itu, sebut dia, diambil dengan melibatkan perangkat desa dan dinas terkait.

Sri menyebutkan, pendataan yang dilakukan sudah berdasarkan kriteria yang diberikan pemerintah pusat. Ada rumah tangga miskin, sangat miskin, dan rentan miskin. Seusai pendataan, BPS melaporkan pada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Untuk penentuan kriteria warga miskin yang mendapatkan bantuan adalah wewenang TNP2K. "Jadi kami tidak tahu soal data BLSM yang tidak tepat. Pendataan yang kami lakukan sudah berdasarkan prosedur dari pemerintah, sebelum Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dibagikan ke masyarakat," kilah Sri. Dia pun mempersilakan warga yang kecewa untuk mendatangi pos pengaduan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
Modus Bisa Obati Kanker Rahim dan Kemasukan Jin, Kakek Ini Malah Cabuli Pelajar

Modus Bisa Obati Kanker Rahim dan Kemasukan Jin, Kakek Ini Malah Cabuli Pelajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X