Kompas.com - 16/07/2013, 21:56 WIB
Warga korban banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIWarga korban banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
|
EditorKistyarini

KENDARI, KOMPAS.com - Wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara, berstatus siaga 1 banjir karena hampir 70 persen wilayah tersebut terendam banjir, sejak Selasa (16/7/2013) dini hari.
 
Hal itu dikatakan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam  dalam keterangan persnya, usai memantau lokasi banjir di Kota Kendari, Selasa malam.  Menurutnya, musibah banjir besar dan seperti sekarang baru terjadi di Kendari.
 
"Kami tetapkan siaga satu banjir di Kendari, karena hasil pantauan di lapangan terdapat empat titik luapan air akibat hujan deras selama tiga pekan. Itu disebabkan oleh meluapnya empat aliran sungai di Kendari," ungkap Nur Alam, Selasa malam.
 
Banjir kali ini menyebabkan, beberapa ruas jalan dan jembatan dalam kota Kendari terancam putus. Seperti jalan di depan kantor Bappeda Sultra mulai longsor dan amblas, serta jembatan di jalan Bunga Tanjung Kelurahan Kemaraya terancam roboh.
 
"Kami mengimbau warga Kendari agar berhati-hati melewati beberapa ruas jalan. Sebab hujan nampak belum akan reda, sehingga banjir juga belum akan surut," terangnya.
 
Saat ini lanjut Gubernur Sultra, Pemda melakukan evakuasi terhadap korban banjir yang dibantu oleh personel TNI, Polri dan SAR.  Nur Alam mengakui  pemerintah daerah masih mengakui kekurangan perahu karet untuk mengevakuasi beberapa warga korban banjir.  
 
"Pemda juga membangun posko dan tenda darurat untuk tempat pelayanan dan distribusi bahan makanan, selimut serta obat-obatan," ujar Nur Alam.
 
Dalam bencana banjir tambahnya, belum menerima laporan terkait korban jiwa. Hingga kini, pihaknya mendata kerugian materi yang diakibatkan oleh banjir tersebut.
 
"Belum ada korban jiwa akibat banjir, tadi ada laporan satu orang meninggal tertimpa tanah longsor. Untuk kerugiam materi masih dilakukan pendataan, pemda telah menyiapkan dana tanggap darurat di APBD," tutup Nur Alam.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.