Kasus Tanjung Gusta, PLN Juga Harus Tanggung Jawab - Kompas.com

Kasus Tanjung Gusta, PLN Juga Harus Tanggung Jawab

Kompas.com - 12/07/2013, 17:31 WIB
AFP PHOTO / ATAR Narapidana berada di balik jeruji tahanan dengan bangunan yang terbakar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta, Medan, 12 Juli 2013. Lapas dibakar narapidana pada 11 Juli. Dua petugas dan tiga narapidana tewas serta 150 narapidana kabur, termasuk narapidana teroris.
MEDAN, KOMPAS.com — Lembaga Bantuan Hukum Medan menilai tragedi pembakaran disertai kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, kemarin malam, merupakan peristiwa yang sangat memalukan.

Kondisi lapas memprihatinkan karena daya tampung untuk napi melebihi kapasitas yang ditetapkan. Rumah warga binaan yang hanya bisa menampung sekitar 1.000 orang tersebut diisi lebih dari 2.000 orang.

"Tapi Depkumham (Kementerian Hukum dan HAM atau Kemhuk dan HAM) yang sudah mengetahuinya terkesan hanya diam dan seperti tidak mau melakukan upaya perenovasian ataupun pemindahan para napi ke tempat lain," kata Wakil Direktur LBH Medan Muhammad Khaidir F Harahap SH, Jumat (12/7/2013).

Harahap juga sangat menyesalkan tindakan PT PLN Wilayah Sumut yang melakukan pemadaman listrik tanpa memikirkan waktu dan keadaan. "Seenak hatinya saja mematikan aliran listrik di wilayah Medan. Apalagi saat sekarang ini sedang bulan Ramadhan, tentunya mengganggu kekhusukan umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi para narapidana Muslim yang berada di lapas," katanya.

LBH Medan berpendapat, peristiwa di lapas merupakan rentetan kesalahan bersama yang diduga telah dilakukan pihak Kanwil Kemhuk dan HAM dan PT PLN Persero Wilayah Sumut.

Kanwil Kemhuk dan HAM sebelumnya pasti sudah mengetahui kapasitas lapas lebih dari 247 persen dan minim fasilitas. "Jelas ini sudah tidak sesuai dengan daya tampung napi di lapas, dan yang bertanggung jawab penuh terhadap kondisi dan keadaan ini adalah Menkumham dan Kanwil Depkumham Sumut," ucap Khaidir.

PT PLN Persero Wilayah Sumut yang diduga sebagai pemicu terjadinya kerusuhan dan pembakaran lapas pun harus segera diperiksa dan bertanggung jawab penuh terkait pemadaman-pemadaman listrik yang sangat tidak wajar dan tidak semestinya, apalagi di saat bulan puasa.


"Jangankan narapidana, masyarakat saja jika pemadaman dilakukan tanpa mengenal waktu tentu akan menimbulkan kemarahan karena pasti menghalangi orang-orang yang akan beraktivitas dan beribadah," ujar Khaidir.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Megapolitan
Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Internasional
Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

Internasional

Close Ads X